Pola Pemberian Makan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan

Authors

  • Jeni Rahayu Ningsih Universitas Anak Bangsa, Indonesia
  • Dedek Sutinbuk Universitas Anak Bangsa, Indonesia
  • M. Faad Asmaruddin Universitas Anak Bangsa, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32504/sm.v20i3.1204

Keywords:

Balita, Pola Makan, Stunting

Abstract

Latar Belakang : Kejadian stunting lebih sering terjadi pada balita usia 2-5 tahun dibandingkan pada balita usia di bawah 2 tahun. Hal ini berkaitan dengan pola makan berdasarkan jenis makanan, frekuensi (jadwal) makan, dan jumlah makanan. Sesuai dengan informasi yang diberikan oleh penanggung jawab program status gizi balita (stunting) dan kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Sijuk, faktor utama penyebab stunting di wilayah kerja Puskesmas Sijuk adalah pola makan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung pada tahun 2024.

Metode : Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol dengan populasi kasus sebanyak 80 balita stunting dan populasi kontrol sebanyak 517 balita yang tidak mengalami stunting. Sampel kasus terdiri dari 80 balita stunting, sedangkan sampel kontrol sebanyak 80 balita yang tidak mengalami stunting. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling untuk kasus, sedangkan sampel kontrol diambil sesuai kriteria inklusi.

Hasil : Penelitian menunjukkan hubungan antara pola makan dan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sijuk adalah jenis makanan p-value (0,000), frekuensi (jadwal) makan p-value (0,000), dan jumlah makanan p-value (0,000).

Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian stunting berdasarkan jenis makanan, frekuensi (jadwal) makan, dan jumlah makanan.

Author Biographies

Jeni Rahayu Ningsih, Universitas Anak Bangsa

Program Studi Kesehatan Masyarakat

Dedek Sutinbuk, Universitas Anak Bangsa

Program Studi Kesehatan Masyarakat

M. Faad Asmaruddin, Universitas Anak Bangsa

Program Studi Kesehatan Masyarakat

References

Agnes Kurniati Senona Lebuan, Muhammad Syafar and Nur Hartati (2023) ‘Hubungan Pola Pemberian Makan Pada Balita Stunting di Puskesmas di Flores Timur’, Inhealth?: Indonesian Health Journal, 2(2), pp. 94–110. Available at: https://doi.org/10.56314/inhealth.v2i2.151.

American Psychological Association (1998) The Child Feeding Questionnaire (CFQ). The Pennsylvania State University. Available at: https://www.apa.org/obesity-guideline/child-feeding-questionaire.pdf (Accessed: 30 September 2024).

Awasthi, S. et al. (2019) ‘Path To Severe Acute Malnutrition in Children Below 2 Years of Age: Findings of Qualitative Research In Uttar Pradesh, North India’, Clinical Epidemiology and Global Health, 7(2). Available at: https://doi.org/10.1016/j.cegh.2018.11.001.

Azizah, R.N. and Rizana, A. (2023) ‘Gambaran Pola Makan Pada Anak Usia Sekolah di SDN Pondok Kelapa 06 Jakarta Timur’, MAHESA?: Malahayati Health Student Journal, 3(11), pp. 3400–3418. Available at: https://doi.org/10.33024/mahesa.v3i11.11043.

Ginting, T. et al. (2024) ‘Hubungan Pola Pemberian Makan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-59 Bulan Di Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun, Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan-Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, 23(2), pp. 104–109.

Handriyanti, R.F. and Fitriani, A. (2021) ‘Analisis Keragaman Pangan yang Dikonsumsi Balita terhadap Risiko Terjadinya Stunting di Indonesia’, Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF), 2(1). Available at: https://doi.org/10.24853/mjnf.2.1.32-42.

Hasibuan, F.S. (2022) ‘Hubungan Pola Pemberian Makanan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Desa Aek Nauli Kecamatan Hulu Sihapas Kabupaten Padang Lawas Utara’, 2022, (8.5.2017), pp. 2003–2005.

Kemenkes RI (2022) ‘Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022’, Kemenkes [Preprint].

Mouliza and Darmawi (2022) ‘Hubungan Pola Pemberian Makan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-59 Bulan Di Desa Arongan’, Jurnal Biology Education, 10(1), pp. 91–104. Available at: https://doi.org/10.32672/jbe.v10i1.4120.

Natalia, L., Yuwansyah, Y. and Andini, A. (2022) ‘Gambaran Pola Pemberian Makan Dan Pola Asuh Pada Balita Stunting’, Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ), 5(2), pp. 37–43. Available at: https://doi.org/10.54100/bemj.v5i2.68.

Peraturan Presiden Republik Indonesia (2020) Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024, Sekertariat Presiden Republik Indonesia.

Setianingsih et al. (2022) ‘Tingkat Pengetahuan Kader Dalam Upaya Pencegahan Stunting’, Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 5(3), pp. 447–454.

Som, S.V. et al. (2020) ‘Adherence to Child Feeding Practices and Child Growth: A Retrospective Cohort Analysis in Cambodia’, Nutrients, 13(1), p. 137. Available at: https://doi.org/10.3390/nu13010137.

Undang-undang Kesehatan (2023) ‘Undang-undang Kesehatan’, (187315).

UNICEF/WHO/WORLD BANK (2021) ‘Levels and trends in child malnutrition UNICEF / WHO / World Bank Group Joint Child Malnutrition Estimates Key findings of the 2021 edition’, World Health Organization [Preprint].

Wandini, R., Rilyan and Resti, E. (2021) ‘Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita’, Jurnal Kebidanan Malahayati, 7(2), pp. 274–278.

WHO (2023) WHO Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6–23 Months of Age, World Health Organization.

Wulandari, F. (2024) Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Riwayat ASI Eksklusif, Pendapatan Keluarga dan Tingkat Pendidikan Ibu Terhadap Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Sijuk Kabupaten Belitung. Universitas Ahmad Dahlan.

Downloads

Published

2025-10-25

Issue

Section

Articles

Citation Check