Pengaruh Konsumsi Minuman Manis dan Pengetahuan Gizi Terhadap Risiko Penyakit Diabetes

Authors

  • Siti Nur Anisa Universitas Muhammadiyah Jakarta, Indonesia
  • Khalisya Nasywa Azqia Universitas Muhammadiyah Jakarta, Indonesia
  • Nurmalia Lusida Universitas Muhammadiyah Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32504/sm.v21i1.1345

Keywords:

Diabetes, Gula Darah, Konsumsi Minuman Manis, Penyakit Metabolik, Remaja

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di kalangan remaja dan dewasa muda, sejalan dengan pola konsumsi yang tidak sehat seperti konsumsi minuman manis yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak konsumsi minuman manis terhadap risiko diabetes di kalangan mahasiswa.

Metode: Desain penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 34 mahasiswa dari angkatan 2023 kelas bilingual di FKM UMJ yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Alat penelitian berupa kuesioner tertutup, dan data dianalisis menggunakan uji chi-square.

Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 52,9% responden memiliki kebiasaan konsumsi minuman manis yang tidak sehat, dan proporsi yang sama juga berisiko terkena diabetes. Analisis bivariat menunjukkan bahwa responden yang mengonsumsi minuman manis secara tidak sehat memiliki risiko tiga kali lipat lebih tinggi untuk mengembangkan diabetes (OR = 3,333; 95% CI = 0,815–13,637), tetapi hal ini tidak signifikan secara statistik (p = 0,089).

Simpulan: Meskipun hubungan tersebut tidak signifikan, pola yang muncul menunjukkan tren paralel antara konsumsi minuman manis dan risiko diabetes.

Author Biographies

Siti Nur Anisa, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Khalisya Nasywa Azqia, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Nurmalia Lusida, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Fakultas Kesehatan Masyarakat

References

Banday, M.Z., Sameer, A.S. dan Nissar, S. (2020) “Pathophysiology of diabetes: An overview,” Avicenna Journal of Medicine, 10(04), hlm. 174–188. Tersedia pada: https://doi.org/10.4103/ajm.ajm_53_20.

Damhudi, D. dan Sulistyawati, D. (2024) “Efektivitas Aade7tm Self-Care Behaviors Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Pada Penderita Diabetes Tipe Ii Di Wilayah Kerja Puskesmas Singkawang Utara 1,” Scientific Journal of Nursing Research, 5(1), hlm. 6-14.

Emiliana, N. dan Setiarini, A. (2024) “Hubungan konsumsi minuman berpemanis dengan kejadian obesitas pada anak dan remaja: A systematic literature review,” Holistik Jurnal Kesehatan, 18(4), hlm. 509–517.

Kurniawan, A. dkk. (2025) “Peran Sistem Endokrin dalam Regulasi Fisiologis Tubuh dan Implikasinya terhadap Kesehatan,” Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan, 3(1), hlm. 47–54.

Maharani, A. dan Sholih, M.G. (2024) “Literature Review: Faktor Risiko Penyebab Diabetes Melitus Tipe II pada Remaja,” Jurnal Sehat Mandiri, 19(1), hlm. 185–197.

Mutiarani, A.L. dkk. (2025) “Mitigasi Pra Sindrom Metabolik Pada Remaja,” BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), hlm. 510–515.

Paramadini, A.W., Latifasari, N. dan Maulana, I. (2024) “Penyuluhan Pencegahan Diabetes Tipe 2 Pada Remaja Di Desa Bulak: Meningkatkan Kesadaran Melalui Gaya Hidup Sehat,” Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti, 5(4), hlm. 1032–1041.

PKM Mengkubang (2024) Jumlah Penderita Diabetes di Indonesia Terus Meningkat, Puskesmas Mengkubang.

Pratiwi, S.A. dan Apriliawati, A. (2021) “Hubungan Tingkat Pengetahuan Risiko DM Tipe 2 Dengan Kebiasaan Mengkonsumsi Minuman Boba Pada Remaja Di Desa Sukamahi,” Perpustakaan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta, 542, hlm. 1-8.

Putra, E.S., Junita, J. dan Siregar, S. (2021) “Konsumsi minuman manis prediktor risiko prediabetes remaja Kota Jambi,” Riset Informasi Kesehatan, 10(2), hlm. 89–97.

Qifti, F., Malini, H. dan Yetti, H. (2020) “Karakteristik Remaja SMA dengan Faktor Risiko Diabetes Melitus di Kota Padang,” Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(2), hlm. 560-563.

Riskesdas (2018) “Laporan Riskesdas 2018 Nasional,” Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Preprint].

Rokom (2024) Saatnya Mengatur Si Manis, SehatNegeriku.

Saidah, F., Maryanto, S. dan Pontang, G.S. (2017) “Hubungan Antara Konsumsi Minuman Manis Buatan Dan Faktor Risiko Penyakit Diabetes Pada Remaja Di MTS Swasta Alwasliyah Pancur Batu,” Jurnal Kesehatan Gizi, 9(22), hlm. 150–157.

Salamah, F. dan Suherman (2025) “Analisis Perilaku Konsumsi Sugar-Sweetened Beverages Terhadap Risiko Prediabetes Pada Remaja Usia 18-21 di Tangerang Selatan,” Medic Nutricia: Jurnal Ilmu Keseshatan, 13, hlm. 4–25. Tersedia pada: https://doi.org/10.5455/mnj.v1i2.644xa.

Saputri, M. dan Undaryati, Y.M. (2025) “UPDATE TERKINI: DIABETES MELITUS PADA REMAJA,” Edukreatif: Jurnal Kreativitas dalam Pendidikan, 6(1).

Susanti, N. dkk. (2024) “Hubungan Antara Konsumsi Minuman Manis Buatan Dan Faktor Risiko Penyakit Diabetes Pada Remaja Di Mts Swasta Alwasliyah Pancur Batu,” PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), hlm. 3457–3462.

WHO (2025) Obesity and overweight, World Health Organization. Tersedia pada: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/obesity-and-overweight.

Wulandari, D. dan Sumarmi, S. (2023) “Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Konsumsi Sugar Sweetened Beverages pada Remaja Putri Gizi Lebih di SMA Negeri 2 Nganjuk,” Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 23(3), hlm. 3087. Tersedia pada: https://doi.org/10.33087/jiubj.v23i3.4140.

Yan, T. dkk. (2022) “Habitual intakes of sugar-sweetened beverages associated with gut microbiota-related metabolites and metabolic health outcomes in young Chinese adults,” Nutr Metab Cardiovasc Dis [Preprint].

Downloads

Published

2026-01-25

Issue

Section

Articles

Citation Check