Gambaran Stigma Masyarakat Minangkabau Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)
DOI:
https://doi.org/10.32504/sm.v21i1.1430Keywords:
Gangguan Jiwa, Masyarakat Minangkabau, StigmaAbstract
Latar Belakang : Gangguan jiwa masih menjadi masalah kesehatan yang seringkali disertai stigma negatif. Masyarakat Minangkabau memiliki nilai budaya yang kuat sehingga persepsi terhadap gangguan jiwa kerap dipengaruhi oleh faktor budaya, keyakinan mistis, kurangnya pengetahuan, dan prasangka. Stigma yang tinggi berdampak pada diskriminasi dan hambatan perawatan bagi ODGJ. Penelitian ini bertujuan menggambarkan stigma masyarakat Minangkabau terhadap ODGJ.
Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross-sectional. Sampel berjumlah 98 orang masyarakat Minangkabau yang dipilih dengan probability sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner CAMI yang terdiri dari empat dimensi: otoriterisme, kebajikan, pembatasan sosial, dan ideologi komunitas kesehatan mental.
Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden, yaitu 84 orang (85,7%) memiliki pandangan negatif terhadap ODGJ. Gambaran stigma responden terhadap ODGJ menunjukkan kategori pro pada tiga dimensi, yaitu otoriterisme (52,0% atau 51 orang), pembatasan sosial (58,2% atau 57 orang), dan ideologi komunitas kesehatan mental (52,0% atau 51 orang). Pada dimensi kebajikan, termasuk dalam kategori kontra dengan 59,2% responden (58 orang).
Simpulan : Masyarakat Minangkabau menunjukkan tingkat stigma yang tinggi terhadap ODGJ, terutama pada dimensi otoriterisme, pembatasan sosial, dan ideologi komunitas kesehatan mental. Diperlukan edukasi kesehatan mental dan promosi penerimaan sosial untuk mengurangi stigma.
References
Aiyub (2018) “Stigmatisasi pada Penderita Gangguan Jiwa: Berjuang Melawan Stigma dalam Upaya Mencapai Tujuan Hidup untuk Kualitas Hidup yang Lebih Baik,” Idea Nursing Journal, IX(1).
Anindhita, R.A. dan Soetjiningsih, C.H. (2023) “Pengetahuan kesehatan mental dan sikap terhadap ODGJ pada masyarakat Salatiga,” JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah, 3(4).
Apriliana, A. dan Nafiah, H. (2021) “Stigma Masyarakat Terhadap Gangguan Jiwa: Literature Review,” Prosiding Seminar Nasional Kesehatan, 1. Tersedia pada: https://doi.org/10.48144/prosiding.v1i.658.
Asti, A.D., Sarifudin, S. dan Agustin, I.M. (2016) “PUBLIC STIGMA TERHADAP ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA DI KABUPATEN KEBUMEN,” Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, 12(3). Tersedia pada: https://doi.org/10.26753/jikk.v12i3.166.
Dewi, E.I., Wuryaningsih, E.W. dan Susanto, T. (2020) “Stigma Against People with Severe Mental Disorder (PSMD) with Confinement ‘Pemasungan,’” NurseLine Journal, 4(2). Tersedia pada: https://doi.org/10.19184/nlj.v4i2.13821.
Fisipol Creative Hub (2020) Kesehatan Mental Adalah Urusan Kita Bersama. Tersedia pada: https://chub.fisipol.ugm.ac.id/2020/07/30/kesehatan-mental-adalah-urusan-kita-bersama/ (Diakses: 8 Desember 2025).
Holzinger, A. dkk. (2012) “Gender differences in public beliefs and attitudes about mental disorder in western countries: A systematic review of population studies,” Epidemiology and Psychiatric Sciences, 21(1), hlm. 73-85. Tersedia pada: https://doi.org/10.1017/S2045796011000552.
Ibad, M.R. dkk. (2021) “Stigma Keluarga dalam Merawat Orang dengan Gangguan Jiwa di Rumah,” Jurnal Keperawatan Jiwa, 9(3), hlm. 637. Tersedia pada: https://doi.org/10.26714/jkj.9.3.2021.637-644.
Institute for Health Metrics and Evaluation (2021) Global Burden of Disease (GBD) , IHME, University of Washington. Tersedia pada: https://vizhub.healthdata.org/gbd-results/ (Diakses: 8 Desember 2025).
Irawan, E., Fatih, H. Al dan Sari, R.P. (2019) “Gambaran Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Terhadap Pasien Gangguan Jiwa Dengan Perilaku Kekerasan di Wilayah UPT Puskesmas Sukajadi,” Jurnal Keperawatan BSI, VII(1).
Islamiati, R., Widianti, E. dan Suhendar, I. (2018) “Sikap Masyarakat Terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa di Desa Kersamanah Kabupaten Garut,” Jurnal Keperawatan BSI, 6(2).
Jufrizal, J. (2022) “GRAMMATICAL MARKEDNESS OF NON-VERBAL CONSTRUCTIONS IN MINANGKABAUNESE: A Grammatical Typological Study,” Linguistik Indonesia, 40(1), hlm. 25–38. Tersedia pada: https://doi.org/10.26499/li.v40i1.295.
Kemenkes (2021) Kemenkes Beberkan Masalah Permasalahan Kesehatan Jiwa di Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Tersedia pada: https://kemkes.go.id/id/kemenkes-beberkan-masalah-permasalahan-kesehatan-jiwa-di-indonesia (Diakses: 8 Desember 2025).
Lo, L.L.H. dkk. (2021) “Sociodemographic correlates of public stigma about mental illness: a population study on Hong Kong’s Chinese population,” BMC Psychiatry, 21(1), hlm. 274. Tersedia pada: https://doi.org/10.1186/s12888-021-03301-3.
Nelistia, D. (2022) Stigma Masyarakat Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Tahun 2022.
Purnama, G., Yani, D.I. dan Sutini, T. (2016a) “Gambaran stigma masyarakat terhadap klien,” Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia, 2(1).
Purnama, G., Yani, D.I. dan Sutini, T. (2016b) “GAMBARAN STIGMA MASYARAKAT TERHADAP KLIEN GANGGUAN JIWA DI RW 09 DESA CILELES SUMEDANG,” JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA, 2(1). Tersedia pada: https://doi.org/10.17509/jpki.v2i1.2850.
Rinancy, H. (2018) Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Stigma Masyarakat Minangkabau Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa. Universitas Andalas.
Safitri, A. ulfa, Fathra Annis Nauli dan Jumaini, J. (2022) “Stigma Masyarakat Melayu terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa,” HEALTH CARE: JURNAL KESEHATAN, 11(1). Tersedia pada: https://doi.org/10.36763/healthcare.v11i1.136.
Subu, M.A. dkk. (2022) “Traditional, religious, and cultural perspectives on mental illness: a qualitative study on causal beliefs and treatment use,” International Journal of Qualitative Studies on Health and Well-being, 17(1). Tersedia pada: https://doi.org/10.1080/17482631.2022.2123090.
Sukrang, Hasnidar dan Aisya, N. (2022) “Hubungan Stigma Gangguan Jiwa Dengan Perilaku Masyarakat Pada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ),” Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(4). Tersedia pada: https://doi.org/https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v7i4.6752.
Survei Kesehatan Indonesia (2023).
Taylor, S.M. dan Dear, M.J. (1981) “Scaling Community Attitudes Toward the Mentally Ill,” Schizophrenia Bulletin, 7(2), hlm. 225–240. Tersedia pada: https://doi.org/10.1093/schbul/7.2.225.
Tesfaye, Y. dkk. (2020) “Attitude and help-seeking behavior of the community towards mental health problems,” PLoS ONE, 15(11 November). Tersedia pada: https://doi.org/10.1371/journal.pone.0242160.
WHO (2022) World Mental Health Report : Transforming Mental Health for All. World Health Organization.
WHO (2025) Mental disorders, World Health Organization.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Venty Enjhelina, Fathra Annis Nauli, Veny Elita

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), yang berarti Jurnal Surya Medika berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.

.jpg)