Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor Tahun 2019

Authors

  • Dion Zein Nuridzin Departemen Biostatistik dan Kependudukan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Pusat Biostatistika dan Informatika Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Indonesia http://orcid.org/0000-0003-3010-2019
  • Martya Rahmaniati Departemen Biostatistik dan Kependudukan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia
  • Tris Eryando Departemen Biostatistik dan Kependudukan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia
  • Rico Kurniawan Departemen Biostatistik dan Kependudukan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia
  • Retnowati Retnowati Departemen Biostatistik dan Kependudukan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Rumah Sakit Universitas Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32504/sm.v15i1.378

Abstract

Background of Study: Currently, Indonesia has not succeeded in achieving a “Healthy Indonesia†as desired in the National Long-Term Development Plan. Realizing this problem, the government created Healthy Indonesia Program with a Family Approach (Program Indonesia Sehat-Pendekatan Keluarga or PIS-PK). This study aims to determine the coverage of 12 PIS-PK indicators and the category of healthy family index (HFI). Methods: This study used a cross-sectional study. The data source comes from the 2019 Demographic Health Surveillance System in Babakan Madang subdistrict, Bogor Regency which was collected by health cadres. Data analysis was carried out on 19,330 families using SPSS and mapping using Arcview. Results: Indicators of PIS-PK with high coverage are children under five receiving growth monitoring (96.9%), families having access to clean water facilities (88.9%), and families having access to or using healthy latrines (87.8%). A total of 10.3% were healthy families, 64.7% were “pra-sehat†families, and 25.0% were unhealthy families. All villages in Babakan Madang Subdistrict are categorized as unhealthy villages (HFI <0.500). The village with the highest HFI was Sentul with 0.209 and the village with the lowest HFI was Karang Tengah 0.063. The coverage of the PIS-PK indicators which is still low (<50%) and needs to be improved are exclusive breastfeeding; people with mental disorders receive regular treatment and are not neglected; people with hypertension get regular treatment; not a smoker's family; and family membership with JKN insurance. Conclusion: Based on the HFI, Babakan Madang is included in the category of unhealthy sub-district. Keywords: PIS-PK, Healthy Family Index, Community Service, Demographic and Health Surveilans System

References

Alam, K. P. B. (2019). Analisis Kinerja Tenaga Pendataan Kunjungan Rumah Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga di Kota Semarang (Studi Kasus di Puskesmas Manyaran dan Puskesmas Ngesrep). Universitas Diponegoro Semarang.

Asri, A. C. and Budiono, I. (2019). Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga di Puskesmas. HIGEIA Journal Of Public Health Research and Development, 3 (4).

Badan Pusat Statistik. (2016). Profil Penduduk Indonesia Hasil SUPAS 2015. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. (2018). Survei Demografi dan Kesehatan 2017. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Baharuddin, K. and Wirmawanti, W. (2018). Upaya Pemeliharaan Tekanan Darah Bagi Pasien Hipertensi di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar, 13 (1), pp.9–17.

Ditta, T., Sumarah and Hartini. (2015). Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Partisipasi Suami dalam Ber-KB. Jurnal Involunsi Kebidanan, 5 (9), pp.50–64.

Ferliana, H. (2020). Implementasi PIS-PK untuk Mendukung Terwujudnya Indonesia Sehat di Provinsi Jawa Timur. [Online]. Available at: https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-terkini/Rakerkesnas-2020/02-Side-event/SE_01/Implementasi PIS-PK (Kadinkes Jatim).pdf.

Idaiani, S. and Raflizar, R. (2015). Faktor Yang Paling Dominan Terhadap Pemasungan Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Indonesia (Factors Contributing to Shackling Practice of Psychotic People in Indonesia). Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 18 (1), p.20924.

Irwandy, I. (2016). Kajian Literature: Evaluasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional di Indonesia. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia: JKKI, 5 (3), pp.110–114.

Kadir, D. and Sembiring, J. (2020). Faktor yang Mempengaruhi Minat Ibu Menggunakan KB IUD di Puskesmas Binjai Estate. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 10 (03), pp.111–124.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016a). Pedoman Umum Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016b). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2016 Tentang pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga http://www. depkes. go. id/resources/download/lain.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Petunjuk Teknis Penguatan Manajemen Puskesmas dengan Pendekatan Keluarga Edisi-2. 2nd ed. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Aplikasi Keluarga Sehat. [Online]. Available at: https://keluargasehat.kemkes.go.id/.

Mardiah, M. and Ayu, T. Y. (2016). Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan ibu hamil dalam memilih tempat bersalin di Puskesmas Bandar Sungai Kabupaten Siak. JURNAL PROTEKSI KESEHATAN, 5 (1).

Pratiwi, W. and Harfiani, E. (2020). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Dalam Menjalani Pengobatan Pada Penderita Hipertensi Di Klinik Pratama GKI Jabar Jakarta Pusat. In: Seminar Nasional Riset Kedokteran. 1 (1). 2020.

Rahmawati, A. I. and Umbul, C. (2014). Faktor yang Mempengaruhi Kelengkapan Imunisasi Dasar di Kelurahan Krembangan Utara. Jurnal Berkala Epidemiologi, 2 (1), pp.59–70.

Rohimah, Siti Sastraprawira, T. (2019). Pencapaian Indikator Keluarga Sehat Desa Saguling Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. Jurnal Keperawatan Galuh, 1 (1).

Samaria, D. and Florensia, L. (2020). Description of The Factors Exclusive Breastfeeding for Nursing Mothers in Desa Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Banten [Gambaran Faktor-Faktor Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif pada Ibu Menyusui di Desa Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Banten]. Nursing Current Jurnal Keperawatan, 7 (2), pp.21–31.

Septiani, H. U., Budi, A. and Karbito, K. (2017). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif oleh ibu menyusui yang bekerja sebagai tenaga kesehatan. Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 2 (2), p.217373.

The Partnership for Maternal & Child Health. (2010). Opportunities for Africa’s Newborns.

WHO. (2019). Global Youth Tobacco Survey Indonesia. [Online]. Available at: https://www.who.int/docs/default-source/searo/tobacco/global-youth-tobacco-survey/indonesia-gyts-2019-factsheet-(ages-13-15)-(draft)---revised---6-16-2020.pdf?sfvrsn=477996b8_2.

Yani, P. S. (2016). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPESERTAAN BPJS KESEHATAN MANDIRI DI KELURAHAN AIR MANIS. Universitas Andalas.

Yasa, I. W. and Hasan, M. (2019). Analisa Data Program Indonesia Sehat – Pendekatan Keluarga (PIS-PK) Puskesmas Paguyaman Tahun 2018. [Online]. Available at: http://www.bbpkmakassar.or.id/index.php/artikel/kesehatan/227-analisa-data-program-indonesia-sehat-pendekatan-keluarga-pis-pk-puskesmas-paguyaman-tahun-2018.

Downloads

Published

2019-12-26

Issue

Section

Articles

Citation Check