Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Terapis Anak Berkebutuhan Khusus
DOI:
https://doi.org/10.32504/sm.v21i2.1404Keywords:
Beban Kerja, Jenis Kelamin, Masa Kerja, Stres Kerja, Terapis Anak Berkebutuhan KhususAbstract
Latar Belakang: Terapis Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memiliki tanggung jawab kerja yang kompleks dan menuntut konsentrasi serta keterlibatan emosional yang tinggi, yang dapat memicu stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada terapis anak berkebutuhan khusus di Kota Medan.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain crossectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 33 terapis yang bekerja di klinik terapi Anak Berkebutuhan Khusus. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Spearman’s rho dan uji Mann-Whitney U. Pengumpulan data menggunakan kuesioner NASA-TLX untuk mengukur beban kerja dan kuesioner OSI RTM Revised Edition untuk mengukur tingkat stres kerja.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 15 orang terapis (45,5%) mengalami stres kerja tinggi, 13 orang (39,4%) mengalami stres kerja sedang, dan 5 orang (15,2%) mengalami stres kerja rendah. Uji Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara beban kerja dan stres kerja (r = 0,521; p = 0,002), serta hubungan negatif yang signifikan antara masa kerja dan stres kerja (r = -0,397; p = 0,022). Sementara itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan stres kerja (r = -0,233; p = 0,191). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat stres kerja berdasarkan jenis kelamin (p = 0,007), dengan rata-rata ranking stres kerja lebih tinggi pada terapis perempuan.
Kesimpulan: Hasil ini menekankan adanya hubungan antara beban kerja yang tinggi dan masa kerja yang lebih singkat dengan tingkat stres kerja yang lebih tinggi pada terapis. Dukungan, manajemen beban kerja, dan pelatihan regulasi emosi sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
References
Amalia, B. R., Wahyuni, I., & Ekawati. (2017). Hubungan Antara Karakteristik Individu, Beban Kerja Mental, Pengembangan Karir Dan Hubungan Interpersonal Dengan Stres Kerja Pada Guru Di SLB Negeri Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 5(5), 68–78.
Awalia, M. J., Medyati, N. J., & Giay, Z. J. (2021). Hubungan Umjur Dan Jenis Kelamin Dengan Stress Kerja Pada Perawat Di Ruang Rawat Inap RSUD Kwaingga Kabupaten Keerom. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 5(2). https://doi.org/10.36312/jisip.v5i2.1824
Bottini, S., Wiseman, K., & Gillis, J. (2020). Burnout in providers serving individuals with ASD: The impact of the workplace. Research in Developmental Disabilities, 100, 103616. https://doi.org/10.1016/j.ridd.2020.103616
Caroline. (2007). Faktor-faktor penyebab stres pada terapis dari anak Autistic Spectrum Disorder (ASD). Universitas Katolik Atmajaya.
Firdaus, M., & Rasyidah, U. (2022). Kepuasan Terapis Anak Berkebutuhan Khusus. Happiness: Journal of Psychology and Islamic Science, 6(1), 21–28.
Habibah, S., Chandra, & Mahmudah. (2021). Hubungan Masa Kerja, Beban Kerja Dan Lingkungan Kerja Dengan Stres Kerja Pegawai Di Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar Tahun 2021. Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al banjari, 1–6.
Hendrawan, B., Ansori, M., & Hidayat, R. (2013). Pengukuran dan Analisis Beban Kerja Pegawai Bandara Hang Nadim Jurusan Manajemen Bisnis Politeknik Negeri Batam. Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis, 3(1), 55–67.
Kurniawati, R., Wahyuni, I., & Widjasena, B. (2022). Hubungan Beban Kerja Mental dan Sistem Pembelajaran Masa Pandemi Covid-19 dengan Stres Kerja pada Guru SLB. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 12(2), 379–388.
Magee, E. (2022). Elementary Teacher Stress And Students With Disabilities: Examining The Link Between Coping And Training. Dalam ETD Collection for Fordham University. Fordham University.
Maranden, A. A., Irjayanti, A., & Wayangkau, E. C. (2023). Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Perawat di Rumah Sakit Jiwa Daerah Abepura Kota Jayapura. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 22(2), 221–228. https://doi.org/10.14710/jkli.22.2.221-228
Mirnawati, M. D., Respati, U., & Jakarta, I. (2015). Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Terapis Anak Autisme Di Klinik Keanna Center Tahun 2013. Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, 5(1), 260–269.
Susilaweni, L., Maryana, & Sari, I. P. (2023). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Perawat Diruang Intensive Care. Jurnal Keperawatan Holistik, 1(1), 38–45.
Tensiani, E. A. (2019). Sumber-sumber stres kerja pada terapis anak autis di Sahabat Qualita. Universitas Katolik Widya Mandala Madiun.
Vanchapo, A. R. (2020). Beban Kerja dan Stres Kerja (1 ed.). CV Penerbit Qiara Media.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Sylva Qamara Nur Fadilah, Fatma Indriani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), yang berarti Jurnal Surya Medika berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.

.jpg)