Korelasi FOMO Makanan Viral dengan Risiko Diabetes Melitus pada Mahasiswa Keperawatan

Authors

  • Shally Shalawati Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Sumedang, Indonesia
  • Dewi Dolifah Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Sumedang, Indonesia
  • Delli Yuliana Rahmat Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Sumedang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32504/sm.v21i2.1427

Keywords:

Dewasa Muda, FOMO, Makanan Viral, Mahasiswa Keperawatan, Risiko Diabetes

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan lebih dari 537 juta penderita (Magliano and Boyko, 2021) dan diperkirakan melebihi 830 juta kasus . Survei Kesehatan Indonesia 2023 melaporkan prevalensi 1,7% dan meningkat menjadi 2,2% pada penduduk usia ?15 tahun, sementara proporsi kasus tidak terdiagnosis pada usia 15–24 tahun mencapai 1,8%. Mahasiswa keperawatan sebagai bagian dari kelompok dewasa muda memiliki paparan tinggi terhadap konten makanan viral di media sosial. Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dapat mendorong konsumsi impulsif makanan tinggi gula dan kalori sehingga berpotensi meningkatkan risiko metabolik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara FOMO makanan viral dan risiko diabetes melitus pada mahasiswa keperawatan.

Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan 115 responden berusia 15–24 tahun di Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Sumedang, yang dipilih melalui rumus Slovin dan stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Viral Food FOMO Scale (20 item tervalidasi) dan FINDRISC versi Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Cramer’s V.

Hasil: Mayoritas responden memiliki tingkat FOMO sedang serta risiko diabetes sangat rendah hingga rendah. Analisis menunjukkan adanya hubungan bermakna antara FOMO makanan viral dan risiko diabetes melitus dengan kekuatan hubungan sedang.

Simpulan: FOMO terkait makanan viral berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko diabetes melitus pada kelompok dewasa muda. Meskipun risiko keseluruhan rendah, keberadaan potensi kasus tidak terdiagnosis menegaskan pentingnya skrining dini, edukasi gizi, dan upaya promotif untuk mencegah risiko metabolik di masa mendatang.

 

Author Biographies

Shally Shalawati, Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Sumedang

Program Studi S1 Keperawatan

Dewi Dolifah, Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Sumedang

Program Studi S1 Keperawatan

Delli Yuliana Rahmat, Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Sumedang

Program Studi S1 Keperawatan

References

Adamopoulos, I. et al. (2024) “Public Health Inspectors Classification dan Assessment of Environmental, Psychosocial, Organizational Risks dan Workplace Hazards in the Context of the Global Climate Crisis,” pp. 0–16. Available at: https://doi.org/10.20944/preprints202412.0639.v1.

Anastasya Montororing, M. et al. (2024) “Hubungan Antara Pola Makan dengan Peningkatan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2,” JIMPK?: Jurnal Ilmiah Mahasiswa dan Penelitian Keperawatan, 4, pp. 17–23.

Azhari, A. (2025) “Kontribusi Fear of Missing Out (FOMO) Makanan Viral Terhadap Healthy Behavior Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang,” pp. 1–96.

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (2023) Laporan Hasil Utama Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023, Kemenkes RI. Available at: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/.

Care, D. dan Suppl, S.S. (2025a) “2. Diagnosis dan Classification of Diabetes: Stdanards of Care in Diabetes—2025,” Diabetes Care, 48(January), pp. S27–S49. Available at: https://doi.org/10.2337/dc25-S002.

Care, D. dan Suppl, S.S. (2025b) “14. Children dan adolescents: Stdanards of care in diabetes—2025,” Diabetes Care, 48(January), pp. S283–S305. Available at: https://doi.org/10.2337/dc25-S014.

Chan, J.C.N. et al. (2020) “The Lancet Commission on diabetes: using data to transform diabetes care dan patient lives,” The Lancet, 396(10267), pp. 2019–2082. Available at: https://doi.org/10.1016/S0140-6736(20)32374-6.

Gligori?, K. et al. (2024) “Food choice mimicry on a large university campus,” PNAS Nexus, 3(12). Available at: https://doi.org/10.1093/pnasnexus/pgae517.

Julliyana, R., Sopiah, P. dan Rosyda, R. (2024) “Hubungan Perilaku Sedentary lifestyle dengan Tingkat Risiko Kejadian Diabetes Melitus pada Remaja,” Jurnal Keperawatan Florence Nightingale, 7(1), pp. 116–123. Available at: https://doi.org/10.52774/jkfn.v7i1.154.

Komala, K. dan Rafiyah, I. (2022) “Gambaran Fear of Missing Out (FoMO) pada mahasiswa fakultas keperawatan,” Journal of Nursing Care, 5(1), pp. 1–11.

Magliano, D. dan Boyko, E. (2021) IDF Diabetes Atlas 10th edition scientific committee, IDF DIABETES ATLAS [Internet]. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK581934/.

Patil, M.S. et al. (2024) “Diabetes Mellitus: Classification, Pathophysiology, Risk Factors, Diagnostic Criteria dan Advances in Management.,” African Journal of Biomedical Research, 27(4). Available at: https://doi.org/10.53555/ajbr.v27i4s.4785.

Pertiwi, P., Perwitasari, D.A. dan Satibi, S. (2021) “Validation of Finnish Diabetes Risk Score Indonesia Version in Yogyakarta,” Borneo Journal of Pharmacy, 4(1), pp. 57–67. Available at: https://doi.org/10.33084/bjop.v4i1.1575.

Siregar, E., Gismin, S.S. dan Nurhikmah, N. (2023) “Gambaran Fear of Missing Out (FOMO) Pada Remaja Di Kota Makassar,” Jurnal Psikologi Karakter, 3(1), pp. 236–241. Available at: https://doi.org/10.56326/jpk.v3i1.1999.

World Health Organization (2024) Determinants of health. Available at: https://www.who.int/news-room/questions-dan-answers/item/determinants-of-health.

Downloads

Published

2026-06-30

Issue

Section

Articles

Citation Check