Korelasi Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Swamedikasi Demam pada Pelajar SMK Kesehatan
DOI:
https://doi.org/10.32504/sm.v20i3.1469Keywords:
Pengetahuan, Sikap, Swamedikasi Demam, TindakanAbstract
Latar belakang : Swamedikasi adalah upaya pengobatan mandiri yang umum dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan ringan seperti demam. Demam sendiri bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari penyakit yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh di atas 37,2°C. Pengetahuan menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi sikap dan tindakan remaja dalam penggunaan obat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan tindakan swamedikasi demam pada pelajar SMK Kesehatan Nuzula Husada Yogyakarta.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif survei analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 42 pelajar yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan teknik analisis univariat untuk melihat distribusi frekuensi variabel dan analisis bivariat, yaitu uji Spearman rank, untuk melihat hubungan antarvariabel.
Hasil : Hasil analisis karakteristik responden menunjukkan bahwa sebagian besar berusia 17 tahun dengan jumlah 21 orang (50,0%). Berdasarkan jenis kelamin, responden didominasi oleh perempuan 39 orang (92,9%). Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan dalam kategori baik sebesar 39 (92,9%). Distribusi sikap responden dalam penelitian ini adalah sikap baik sebanyak 30 (71,4%). Berbeda dengan pengetahuan dan sikap, distribusi tindakan responden pada penelitian ini mayoritas berada pada kategori cukup sebanyak 17 (40,5%) responden. Hasil uji Spearman rank menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap dengan nilai (p = 0,734), tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan tindakan dengan nilai (p = 0,783), namun terdapat hubungan signifikan antara sikap dan tindakan dengan nilai (p = 0,000).
Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan tidak berhubungan dengan sikap maupun tindakan, sedangkan sikap berhubungan erat dengan tindakan.
References
Agatha, E.D. (2020) Pengaruh Tingkat Pengetahuan terhadap Perilaku Swamedikasi Demam di Media Sosial. Universitas Bhakti Kencana.
Hardianto dkk. (2023) Profil Stasistik Kesehatan 2023 Volume 7. Disunting oleh B.P. Statistik. Jakarta.
Homod, T., Alawwad, S., dan Aldueb, R. (2017). “ScienceDirect The self-medication use among adolescents aged between 13 and 18 years old?; Prevalence and behavior, Riyadh, Kingdom of Saudi Arabia, from 2014 to 2015,” International Journal of Pediatrics and Adolescent Medicine, 4(1), hlm. 19-25. Tersedia pada: https://doi.org/10.1016/j.ijpam.2016.05.001
Ilmi, T., Suprihatin, Y. dan Probosiwi, N. (2019) “Hubungan Karakteristik Pasien dengan Perilaku Swamedikasi Analgesik di Apotek Kabupaten Kediri , Indonesia.”
Kementrian Kesehatan, R. (2014) Laporan Riskesdas 2013. Jakarta.
Kementrian Kesehatan, R. (2018) Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Jakarta.
Kiromah, N.Z.W. dkk. (2018) “Membangun Kesadaran Masyarakat dalam Penggunaan Obat Melalui Metode CBIA (Cara Belajar Insan Aktif),” The 8th University Research Colloquium 2018. Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Lufitasari, A., Khusna, K. dan Pambudi, R.S. (2021) “Tingkat Pengetahuan Orang Tua Terhadap Swamedikasi Obat Demam Pada Anak Di Kelurahan Kerten Surakarta,” Senriabdi, 1(1), hlm. 953-965.
Madania, M. dan Papeo, P. (2021) “Hubungan Pengetahuan dan Sikap terhadap Tindakan Pemilihan Obat Untuk Swamedikasi,” Indonesian Journal of Pharmaceutical Education, 1(1), hlm. 20-29. Tersedia pada: https://doi.org/10.37311/ijpe.v1i1.9948
Musdalipah dkk. (2018) “Peningkatan pengetahuan siswa sma Negeri 1 Kendari tentang swamedikasi dengan metode cbia (cara belajar insan aktif),” JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka, 1(1), hlm. 14-20.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Rachmawati, D.A. dan Yulianti, T. (2025) “Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Swamedikasi Pada Mahasiswa Farmasi di Universitas Muhammadiyah Surakarta,” Usadha: Journal of Pharmacy, 4(1).
Safitri, M.N., Argarini, D. dan Widiastuti, S. (2022) “Analisis Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Terhadap Pengelolaan Demam Pada Anak Balita Di Perum Puri Bukit Depok,” MAHESA?: Malahayati Health Student Journal, 2(3), hlm. 401-409. Tersedia pada: https://doi.org/10.33024/mahesa.v2i3.6072
Sulistyaningrum, I.H. dkk. (2022) “Analisis Prevalensi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Swamedikasi Sebelum dan Selama Pandemi COVID-19?: Studi pada Mahasiswa Kesehatan di Jawa Tengah Analysis of Prevalence and Factors Affecting Self-medication Before and During the Covid-19 Pandemic?: A Study on Health Students in Central Java Provinsi Jawa Tengah , yaitu terdapat,” 19(1).
Wahyuni, A. dan Astuti, D. (2018) “Gambaran Pengetahuan Pasien Dalam Swamedikasi Demam di Apotek Utama Handil Bakti Banjarmasin,” Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 1 (April 2018), hlm. 51-56.
Wawan, A., dan Dewi, M. (2011). Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia Dilengkapi Contoh Kuesioner. Yogyakarta: Nuha Medika.
Wawan, A. dan Dewi, M. (2014) Teori & Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika.
Widyaningrum, E.A., Admaja, W. dan Tramrotul, R. (2021) “Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Swamedikasi Demam Menggunakan Parasetamol Pada Mahasiswa S-1 Farmasi di Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri,” Jurnal Pharma Bhakta, 1(1).
Wulandari, N.P.A. dan Dhrik, M. (2022) “Analisis Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Penggunaan Obat Generik Untuk Swamedikasi Oleh Mahasiswa Farmasi Sekolah Tinggi Farmasi Mahaganesa,” Jurnal Ilmiah Mahaganesha, 1(1).
Wulandari dan Permata (2016) “Hubungan Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Farmasi ISTN Terhadap Tindakan Swamedikasi Demam,” Saintech Farma, 9(2), hlm. 7-11.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Dwi Kurniawati Sambodo, Dyah Anggraeni Budhi Pratiwi, Dhini Eka Saputri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), yang berarti Jurnal Surya Medika berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.

.jpg)