Konsumsi Ekstrak Daun Kelor Terhadap Kenaikan Hemoglobin di SMA Muhammadiyah 2
DOI:
https://doi.org/10.32504/sm.v19i2.944Abstract
Latar Belakang: Daun kelor digunakan sebagai bahan utama ratusan obat, baik untuk pencegahan maupun pengobatan anemia, mengandung antioksidan dan nutrisi penting seperti zat besi (Fe) 28,2 mg, kalsium (Ca) 2003,0 mg dan vitamin A 16,3 mg kaya P-karoten, protein, vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, besi dan folat). Zat besi (Fe) yang terkandung pada daun kelor memiliki peran penting dalam meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian Eksperiment (Pra Eksperiment) dengan design one group pre-post test design. Uji normalitas menggunakan shapiro-wilk. Jika data berdistribusi normal menggunakan Paired t-test, jika tidak berdistribusi normal menggunakan uji wilcoxon. Hipotesis penelitian ditolak jika nilai p<0,05.
Hasil: Kadar hemoglobin sebelum mengkonsumsi kapsul ekstrak daun kelor berkisar antara 8,5 g/dl-12,4 g/dl, setelah dilakukan pemberian kapsul ekstrak daun kelor selama 7 hari terjadi peningkatan kadar hemoglobin yang berkisar antara 8,1 g/dl-14,4 g/dl dengan nilai rata-rata yakni 12,78 g/dl yang menunjukkan bahwa hasil tersebut berada pada rentang normal hemoglobin pada remaja putri yakni 12-15 g/dl.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian ekstrak daun kelor terhadap kenaikan kadar hemoglobin remaja putri di SMA Muhammadiyah 2 Palangka Raya
References
Hastuty, Y. D., Nitia, S., & Medan, P. K. (2022). Ekstrak Daun Kelor Dan Efeknya Pada Kadar Hemoglobin Remaja Putri Moringa Leaf Extract and Its Effect on Hemoglobin Levels in Young Girls. JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang, 17(1), 2654–3427. https://doi.org/10.36086/jpp.v17i1
Kemenkes. (2018). Pedoman Pencegahan Dan Penanggulangan Anemia Pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur (WUS).
Khofifah, N. (2023). Biskuit daun kelor ( Moringa oleifera ) berpengaruh terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri yang anemia The Moringa leaf ( Moringa oleifera ) biscuits have an effect on hemoglobin levels in anemic adolescent girls Abstrak Pendahuluan Metode. 8(1), 43–50
Antini, A., & Trisnawati, I. (2021). Perbedaan Rata-Rata Kadar Hb dengan Penggunaan Modul Tata Laksana Home Visit dan Konsumsi Daun Kelor pada Ibu Menyusui Anemia di Karawang. 12(5), 499–502.
Satriawati, A. C., Sarti, S., Yasin, Z., Oktavianisya, N., & Sholihah, R. (2021). Sayur Daun Kelor Untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil dengan Anemia. Jurnal Keperawatan Profesional, 2(2), 49–55. https://doi.org/10.36590/kepo.v2i2.170
Arini. (2018). Pengaruh Pemberian Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera Leaves) Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Di Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto. Universitas Hasanuddin.
Rizqika Ramadhina, S., Lestari, F., & Yuniarni, U. (2021). Studi Literatur Tanaman yang Berpotensi Meningkatkan Hemoglobin. Prosiding Farmasi, 7(2), 273–278. http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.29064
Dadi, A. K. (2020). Uji efek ekstrak etanol daun kelor (moringa oleifera) terhadap kadar hemoglobin pada tikus putih galur wistar yang diinduksi aluminium klorida. Cendana Medical Journal, 20(2), 185–190.
Jamil, A. R., Astuti, R., & Purwanti, I. A. (2021). Perbedaan Kadar Hemoglobin Berdasarkan Kebiasaan Konsumsi Kelor (Moringa Oleifera) Pada Perempuan (Studi Di Dukuh Ngawenombo, Blora Jawa Tengah). Amerta Nutrition, 5(1), 23. https://doi.org/10.20473/amnt.v5i1.2021.23-30
Hardiyanti, S. (2022). Efektivitas Suplementasi Tepung Daun Kelor dan Bee Bread Terhadap Kadar Hemoglobin, Hematokrit Remaja Putri Anemia. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 31–36. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.685
Maria, R., Veronika, M., & Trilupi, W. (2021). Pengaruh Teh Daun Kelor Terhadap Kadar Hemoglobin. Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional, 1(22), 134–139. https://ojs.udb.ac.id/index.php/sikenas/issue/view/147
Kadar, P., Penderita, H., Hastuti, A. P., & Sari, A. N. (2022). 1 , 2 1,2. 5(1), 27–36.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2024 nor Latipah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), yang berarti Jurnal Surya Medika berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.

.jpg)