EDUKASI STUNTING PADA REMAJA DI KELURAHAN COKRODININGRATAN KOTA YOGYAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.32504/hjce.v6i3.1231Keywords:
Edukasi , Stunting, RemajaAbstract
Pada tahun 2022 prevalensi balita stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 16,4%, angka ini masih di atas target nasional yaitu di bawah 14%. Salah satu program pencegahan stunting di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta adalah pemberian tablet tambah darah pada remaja putri yang pendistribusiannya dilakukan ke wilayah dan sekolah (SMP, SMA/K). Namun program ini masih kurang efektif karena banyak remaja putri yang tidak meminum tablet penambah darah yang diberikan. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan para siswi SMP dan SMA/K akan pentingnya mengkonsumsi tablet penambah darah untuk mencegah stunting. Tujuan pengabdian ini adalah mengedukasi siswi SMP dan SMA/K mengenai stunting. Pengabdian ini dilaksanakan di Aula lantai 2 kantor Kelurahan Cokrodiningratan yang diikuti oleh perwakilan siswi SMP dan SMA/K seKelurahan Cokrodiningratan. Sebelum dilakukan penyuluhan dilakukan pretest untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang stunting dan pada tahap evaluasi dibagikan kuesioner posttest untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta setelah edukasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengetahuan peserta mengenai stunting, faktor-faktor penyebab dan cara mencegah stunting mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari nilai posttest peserta yang mengalami peningkatan jika dibandingkan nilai pretestnya. Dengan ilmu yang didapatkan diharapkan peserta dapat mulai mengubah pola hidup dan rutin meminum tablet penambah darah yang diberikan Puskesmas Jetis sebagai salah satu upaya menuju Indonesia “zero stunting”, serta dapat menjadi role model dan turut berperan aktif dalam pencegahan stunting, sehingga kedepan semua dapat anak tumbuh sehat dan menjadi generasi muda yang berkarakter dan tangguh serta memiliki daya saing.
References
Gultom, L., Saragih, H. S., & Bangun, S. (2022). Penyuluhan tentang kespro dan KTD dengan media interaktif pada remaja putri di Sekolah Talitakum. DIKMAS: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian, 2(1), 65–70.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Prevalensi stunting di Indonesia turun ke 21,6% dari 24,4%. Diakses dari https://kemkes.go.id/id/rilis-kesehatan/prevalensi-stunting-di-indonesia-turun-ke-216-dari-244
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Buku saku hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kinanti, B. M. I. M., Marliana, Y., & Suwanti. (2022). Pengaruh penyuluhan menggunakan media leaflet tentang stunting terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri. Jurnal Midwifery Update (MU), 4(1), 9–15.
Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. (2020a). Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 92 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Tata Naskah Dinas di Lingkungan Pemerintah Daerah DIY. Yogyakarta: Pemerintah Daerah DIY. Diakses dari https://jdih.jogjaprov.go.id [Accessed 8 May 2024].
Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. (2020b). Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 92 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Penanganan Stunting Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2020–2024. Yogyakarta: Pemerintah Daerah DIY. Diakses dari https://jdih.jogjaprov.go.id/hukum/peraturan-gubernur-daerah-istimewa-yogyakarta-nomor-92-tahun-2020-tentang-rencana-aksi-daerah-penceg
Zaina, M., Ramadhini, F. N., Putra, M. S., & Ferdian, K. J. (2021). Edukasi dan pendampingan dalam pencegahan stunting di Desa Kace. Jurnal Pengabdian Hukum “BESAOH”, 1(2), 67–77.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2024 Vita Kumalasari, Hariza Adnani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), yang berarti Jurnal Surya Medika berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.
