TEST KADAR KETERGANTUNGAN NIKOTIN DAN SOSIALISASI GERAKAN BERHENTI MEROKOK LANSIA PEREMPUAN

Authors

  • Dwi Widiyaningsih Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surya Global, Indonesia
  • Rustiana Setyowati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surya Global, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32504/hjce.v6i1.791

Keywords:

addiction, nicotine, smoking cessation, elderly woman, dieng

Abstract

Pandemi nyatanya berdampak hampir ke seluruh negara. Penyintas bukan hanya orang yang punya penyakit bawaan bahkan yang konon memiliki faktor resiko tertinggi adalah yang memiliki penyakit bawaan seperti ISPA, Bronchitis, DM, darah tinggi dan lainnya. Merokok menjadi faktor risiko berbagai infeksi saluran pernapasan dan meningkatkan tingkat keparahan penyakit atas penelitian yang dilakukan pakar-pakar kesehatan masyarakat. Dan perokok lebih tinggi kemungkinannya menderita penyakit COVID-19 yang parah dibandingkan orang yang tidak merokok (WHO, 2020). Indonesia adalah negara yang kaya keragaman sosial budaya dan geografis, sebagai contoh budaya merokok di kalangan lansia perempuan di Dataran Tinggi Dieng. Hal ini mencerminkan kekuatan dari wanita dieng dan kebersamaan saat merokok. Menurut Dinas Kabupaten Wonosobo terjadi peningkatan kejadian ISPA sebesar 32% pada balita dan Jantung pada Wanita usia subur sebesar 37%. Studi pendahuluan didapatkan tingkat ketergantungan nikotin pada 12 lansia yang dijumpai sudah diambang batas, sementara kemauan berhenti merokok tinggi akan tetapi mereka sulit mengendalikan perilaku merokoknya karena kadar ketergantungan pada nikotinnya tersebut sudah tinggi dengan skor 5 atau 89%. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui Kadar Ketergantungan Nikotin pada lansia Dan meningkatkan Sosialisasi  Gerakan Berhenti Merokok Pada Lansia Perempuan Pada Masa Pandemi Di Dataran Tinggi Dieng. Sasaran pengabdian ini adalah kelompok lansia perempuan yang merokok lebih dari 10 tahun. Kadar ketergantungan nikotin didapatkan hasil tingkat ketergantungan nikotin dengan ketergantungan tinggi sebanyak 48 responden dengan presentase 55,2%, sedangkan kadar ketergantungan nikotin  dengan ketergantungan rendah sebanyak 39 responden dengan presentase 44,8%. Sedangkan berdasarkan hasil kuesioner kemauan berhenti merokok terdapat 92% responden menyatakan ingin berhenti merokok.

Kata Kunci : Ketergantungan; Nikotin; Berhenti Merokok; Lansia Perempuan; Dieng

Author Biographies

Dwi Widiyaningsih, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surya Global

Prodi Kesehatan Masyarakat

Rustiana Setyowati, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surya Global

Prodi Kesehatan Masyarakat

References

Agustini, A. (2019). Promosi kesehatan. Yogyakarta : Deepublish

Arikunto, Suharsimi. 2003. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta. Jakarta.

Notoatmodjo, Soekidjo, 2012. Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta. PT Rineka Cipta.

R. Kintoko Rochadi. 2013. Berbagai upaya penanggulangan perilaku merokok di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. p 125-129

Riset Kesehatan Dasar 2010. Masalah Rokok di Indonesia. Badan penelitian dan pengembangan kesehatan kementerian kesehatan RI.

World Health Organization. 2015. A global brief on hypertension : silent killer, global public health.

Wawan A, Dewi M. Teori & Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika; 2011. 94 p.

Waryana. (2016). Promosi Kesehatan, Penyuluhan, dan Pemberdayaan Masyarakat.Yogyakarta : Nuha Medika.

Kemenkes RI. 2015. Info Datin Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI, Data dan Kondisi Penyakit Osteoporosis di Indonesia. Jakarta : Kemenkes RI.

Machfoedz, I. dan E. Suryani. (2013). Pendidikan Kesehatan Bagian dari Promosi. Yogyakarta : Fitramaya.

Downloads

Published

2024-03-20

Issue

Section

Articles

Citation Check