EDUKASI SWAMEDIKASI DENGAN OBAT TRADISIONAL DAN OBAT SINTETIS PADA MASYARAKAT DESA WONOLELO
DOI:
https://doi.org/10.32504/hjce.v7i3.1362Keywords:
Swamedikasi, Obat Tradisional, Obat Sintesis, WonoleloAbstract
Swamedikasi yang dilakukan secara tidak tepat dapat menyebabkan resiko berbahaya yaitu terjadinya kesalahan dalam penggunaan obat yang tidak tepat. Kesalahan swamedikasi disebabkan oleh salah mengenali gejala yang muncul, salah memilih obat, salah cara penggunaan, salah dosis, dan keterlambatan dalam mencari nasihat/saran tenaga kesehatan bila keluhan berlanjut risiko melakukan swamedikasi misal efek samping yang jarang muncul namun parah, interaksi obat yang berbahaya, dosis tidak tepat, dan pilihan terapi yang salah. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat desa Wonolelo tentang swamedikasi menggunakan obat tradisional dan obat sintetis dan memiliki keterampilan dalam mencari informasi obat secara tepat dengan memanfaatkan sumber-sumber informasi yang telah tersedia di masyarakat. Program ini melibatkan masyarakat desa Wonolelo yang terdiri dari 48 lansia. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah dengan bantuan layar LCD yang dilakukan di selasar masjid dan pekarangan rumah penduduk setempat. Evaluasi dilakukan melalui angket sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan dalam pemahaman peserta mengenai pentingnya membaca label obat, risiko penggunaan obat. Sebelum edukasi, 77,99% peserta memahami swamedikasi, dan setelah edukasi angka ini meningkat menjadi 88,5%. Dari program ini diperlukannya edukasi yang berkelanjutan dan komprehensif untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Pemerintah dan organisasi kesehatan perlu mendukung inisiatif ini dengan menyediakan sumber daya informasi yang mudah diakses dan dipahami. Dengan demikian, masyarakat dapat melakukan swamedikasi dengan lebih aman dan efektif, mendukung pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di bidang kesehatan dan pendidikan.
References
Aulia, G. dkk. (2021) “Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Penggunaan Obat Tradisional Dan Obat Kimia Sintesis Di Kelurahan Kedaung Kota Depok,” Edu Masda Journal, 5(2), hlm. 49. Tersedia pada: https://doi.org/10.52118/edumasda.v5i2.130.
Azwar, S. (2010) Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Badan Pusat Statistik (2024) Persentase Penduduk yang Mengobati Sendiri Selama Sebulan Terakhir Menurut Provinsi (Persen), 2024.
BPOM RI (2023) Persyaratan Keamanan dan Mutu Obat Alam, Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Dukalang, F.I. (2022) “Penyuluhan Dan Edukasi Terkait Perbandingan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Herbal Dan Obat Sintetik Di Desa Milongadaa, Kecamatan Tomini, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan,” Journal of Education and Culture (JEaC), hlm. 1–6.
Ekasari, W. dkk. (2024) “Edukasi kesehatan melalui webinar tentang swamedikasi obat modern dan tradisional untuk menjamin efektivitas pengobatan,” 8, hlm. 1136–1146.
Indrayani, F., Muin, R. dan Datu, J. (2024) “Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggunaan Obat Tradisional Sebagai Swamedikasi Di Dusun Mangngi Kecamatan Nosu the Community Knowledge on Use of Traditional Medicine for Self-Medication in Mangngi Hamlet, Nosu Sub-District,” Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology, 1(2), hlm. 42–50.
Kementrian Kesehatan RI (2014) Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Pangastuti, R.M. (2014) Hubungan Pengetahuan dan Sikap Mengenai Obat Tradisional dan Obat Modern Dengan Tindakan Pemilihan Obat Untuk Pengobatan Mandiri di Kalangan Masyarakat Desa Bantir, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Purnamasari, G. (2024) Yuk Kenali Logo pada Obat Beserta Artinya, Kemenkes Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Tersedia pada: https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3413/yuk-kenali-logo-pada-obat-beserta-artinya#:~:text=LogoObatBebas,antasida%2Cdantablettambahdarah.
Rahmawati, A. (2014) Pengaruh Profil Responden Terhadap Pemilihan Obat Herbal Dan Obat Kimia Sintetis Di Kelurahan Wuryorejo Kabupaten Wonogiri. Universitas Sebelas Maret.
Sholikhah, S.N. (2018) Sistem Informasi Kalurahan Wonolelo, Profil Kalurahan.
Sunaryo (2004) Psikologi Untuk Keperawatan. Jakarta: EGC.
Supriadi, S. dkk. (2022) “Analisis Penggunaan Obat Tradisional Dan Obat Modern Dalam Penggunaan Sendiri (Swamedikasi) Oleh Masyarakat. Jurnal Kesehatan, 14(2), 138.,” Jurnal Kesehatan, 14(2), hlm. 138.
Wardani, W.T., dan Muhlis, M. (2020) “Pengetahuan dan Pola Swamedikasi Penggunaan Obat Tradisional dan,” Jurnal Ilmu Kefarmasian, 1(2), hlm. 52–60.
World Health Organization (2000) Guidelines for the Regu latory Assessment of Medicinal Products for use in Self-Medication. Geneva: World Health Organization.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Yuli Nurullaili Efendi, Dwi Kurniawati Sambodo, Daniek Yulia Setya Murti, Siti Salwa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Ketentuan legal formal untuk akses artikel digital jurnal elektronik ini tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), yang berarti Jurnal Surya Medika berhak menyimpan, mengalih media/format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan artikel tanpa meminta izin dari Penulis selama tetap mencantumkan nama Penulis sebagai pemilik Hak Cipta.
