PENANAMAN MANGROVE DI PANTAI SAMAS, DESA SRIGADING, KABUPATEN BANTUL

Authors

  • Rawana Rawana Institut Pertanian Stiper Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32504/hjce.v7i3.1379

Keywords:

Mangrove, Rhizophora mucronate, Abrasi Pantai, Ekowisata, Pantai Samas

Abstract

Pantai Samas mengalami degradasi ekosistem pesisir akibat abrasi dan sedimentasi yang berdampak pada penurunan kunjungan wisatawan dan mata pencaharian masyarakat lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan rehabilitasi ekosistem mangrove sebagai upaya mitigasi abrasi dan pengembangan potensi ekowisata di Pantai Samas. Penanaman mangrove dilakukan pada 20 April 2025 dengan melibatkan 49 partisipan dari berbagai stakeholder. Sebanyak 200 bibit Rhizophora mucronata berumur 3 bulan ditanam di area laguna dengan jarak tanam 2×2 meter dan dipasang ajir bambu sebagai penopang. Seluruh bibit berhasil ditanam dengan menggunakan metode penanaman yang tepat sesuai kondisi substrat laguna. Program ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal RT 63 dan 64 serta berbagai instansi. Kegiatan penanaman mangrove ini merupakan langkah awal dalam upaya restorasi ekosistem pesisir yang berkelanjutan dan dapat menjadi model pengembangan ekowisata berbasis konservasi.

Author Biography

Rawana Rawana, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta

Fakultas Kehutanan

References

Alongi, D.M. (2020) “Global Significance of Mangrove Blue Carbon in Climate Change Mitigation,” Sci, 2(3). Tersedia pada: https://doi.org/10.3390/sci2030067.

Damastuti, E. dan de Groot, R. (2019) “Participatory ecosystem service mapping to enhance community-based mangrove rehabilitation and management in Demak, Indonesia,” Regional Environmental Change, 19(1), hlm. 65–78. Tersedia pada: https://doi.org/10.1007/s10113-018-1378-7.

Giri, C. dkk. (2011) “Status and distribution of mangrove forests of the world using earth observation satellite data,” Global Ecology and Biogeography, 20(1). Tersedia pada: https://doi.org/10.1111/j.1466-8238.2010.00584.x.

Kindgard, F.A. dkk. (2023) The World’s Mangroves 2000–2020. FAO. Tersedia pada: https://doi.org/10.4060/cc7044en.

Muhammad Rafik dan Lailatul Nisa (2024) “Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Konservasi Mangrove Berbasis Partisipatif untuk Keberlanjutan Ekosistem dan Ekonomi,” Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (PEMAS), 1(2), hlm. 60–69. Tersedia pada: https://doi.org/10.63866/pemas.v1i2.51.

Najeha, A.S., Prakoso, A.A. dan Vitrianto, P.N. (2024) “Regeneratif Desain Kawasan Pantai Samas dalam Arsitektural Ekologis,” Jurnal Manajemen Perhotelan Dan Pariwisata, 7(3), hlm. 124–136.

Quraysyi, Moh.N.I. (2022) Penguatan Kapasitas Masyarakat Pesisir Dalam Penanggulangan Dampak Abrasi Di Desa Tlonto Raja Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. Surabaya.

Saputra, R., Subardjo, P. dan DS, A.A. (2013) “Kajian Perubahan Luas Laguna di Pantai Samas , Kabupaten Bantul dengan Menggunakan Citra Satelit Landsat Multi-temporal,” Journal Of Marine Research, 2(3).

Downloads

Published

2025-11-23

Issue

Section

Articles

Citation Check