EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PEMANFAATAN REBUSAN KAYU MANIS SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI

Authors

  • Ridho Alpiani Universitas Sari Mulia, Indonesia
  • Mahlianor Amelia Universitas Sari Mulia, Indonesia
  • Rika Purnama Sari Universitas Sari Mulia, Indonesia
  • Novi Febriyanti Universitas Sari Mulia, Indonesia
  • Karima Khubba Universitas Sari Mulia, Indonesia
  • Subhannur Rahman Universitas Sari Mulia, Indonesia
  • Rian Tasalim Universitas Sari Mulia, Indonesia
  • Akbar Muhammad Ilham Universitas Sari Mulia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32504/hjce.v8i1.1474

Keywords:

Hipertensi, Lansia, Rebusan Kayu Manis, Terapi Komplementer

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dan penyebab utama morbiditas serta mortalitas pada kelompok lanjut usia. Lansia sebagai kelompok rentan seringkali memiliki keterbatasan dalam akses dan toleransi terhadap terapi farmakologis tertentu. Penggunaan jangka panjang seringkali menimbulkan efek samping, ketergantungan, serta permasalahan kepatuhan minum obat pada lansia. Kondisi ini mendorong perlunya pendekatan nonfarmakologis sebagai terapi komplementer yang aman, mudah diperoleh, dan memiliki efek samping minimal. Tujuan kegiatan ini untuk menganalisa efektivitas terapi rebusan kayu manis sebagai intervensi komplementer dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi. Metode dalam pengabdian kepada masyarakat dimulai dengan Koordinasi, identifikasi awal kondisi lansia yang mengalami hipertensi dengan wawancara dan pengukuran. Tahap selanjutnya persiapan dan Implementasi serta evaluasi. Media yang digunakan yaitu kayu manis, alat pengukur tekanan darah (tensimeter digital atau manual dan stetoskop), lembar observasi, serta lembar evaluasi. Hasil menunjukkan adanya penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 8,9 mmHg dan diastolik sebesar 7 mmHg setelah intervensi dibandingkan sebelum intervensi. Maka disimpulkan bahwa pemberian rebusan kayu manis berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Wisma Seroja PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru.

References

Arini, A., Wijaksono, M. A., Mohtar, M. S., & Basit, M. (2023). Efektivitas Penggunaan Kartu Kontrol Obat (KKO) terhadap Kepatuhan Mengkonsumsi Obat Antihipertensi pada Lansia. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 14(1), 375–382. https://doi.org/https://doi.org/10.32583/pskm.v14i1.1660

Kemenkes RI. (2023). Tata Laksana PPOK. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Padmaningsih, N. P., & Budiman, A. W. (2023). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Pasien Hipertensi Dalam Mengkonsumsi Obat?: Systematic Review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4), 7110–7121. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jkt.v4i4.22046

Subarkah, A. (2019). Sistem Pengelolaan Konsep-Konsep Pembiayaan Pendidikan yang Efektif dan Efisien dalam Mewujudkan Lembaga Pendidikan yang Mandiri (Vol. 9, Nomor 1).

Susanto, D. H., Fransiska, S., Warubu, F. A., Veronika, E., & Dewi, W. (2019). Faktor Risiko Ketidakpatuhan Minum Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Kecamatan Palmerah Juli 2016. Jurnal Kedokteran Meditek, 24(June 2019). https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek.v24i68.1698

WHO. (2019). Ageing.

WHO. (2025). Hypertension. who-int. https://www-who-int.translate.goog/news-room/fact-sheets/detail/hypertension?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc

Downloads

Published

2026-03-25

Issue

Section

Articles

Citation Check