Faktor yang berhubungan dengan keluhan low back pain pada perajin tas dan bambu
DOI:
https://doi.org/10.32504/hspj.v10i2.1534Keywords:
Jenis Kelamin, Low Back Pain, Masa Kerja, Perajin, UsiaAbstract
Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dialami pekerja, terutama pada pekerjaan dengan aktivitas berulang dan postur kerja yang kurang ergonomis. Pekerja perajin tas dan bambu memiliki karakteristik pekerjaan yang sebagian besar dilakukan secara manual dan dalam posisi duduk dalam waktu lama. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan low back pain pada pekerja sektor industri perajin tas dan bambu. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah 30 perajin tas dan bambu di Padukuhan Bojong RT 02, Wonolelo, Pleret, Kabupaten Bantul, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Faktor yang dianalisis meliputi jenis kelamin, usia, masa kerja, dan posisi duduk. Keluhan LBP diukur menggunakan skala nyeri, sedangkan posisi duduk dinilai menggunakan Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Analisis bivariat menggunakan uji Mann-Whitney untuk variabel nominal dan Kendall’s Tau untuk variabel ordinal dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami LBP dengan kategori nyeri ringan (43,3%). Terdapat perbedaan keluhan LBP berdasarkan jenis kelamin (Z=-3,891; p=0,001) dan usia (Z=-2,155; p=0,031). Masa kerja menunjukkan hubungan positif yang sangat kuat dengan keluhan LBP (?=0,837; p<0,001). Disimpulkan bahwa jenis kelamin, usia, masa kerja, dan posisi duduk berhubungan dengan keluhan LBP pada pekerja sektor industri perajin tas dan bambu.
References
1. Amila N. PAJAK.COM. 2025. Kontribusi Industri Manufaktur ke PDB Capai 18,98 Persen pada 2024.
2. World Health Organization. Low back pain [Internet]. 2023. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/low-back-pain
3. Hartvigsen J, Hancock MJ, Kongsted A, Louw Q, Ferreira ML, Genevay S, et al. What low back pain is and why we need to pay attention. Lancet. 2018 Jun 9;391(10137):2356–67. doi: https://doi.org/10.1016/S0140-6736(18)30480-X PubMed PMID: 29573870.
4. WHO. Occupational Health: A manual for primary health care workers. World Health Organization. 2001. doi: https://doi.org/10.1007/SpringerReference_300993
5. Suyono AM, Juraida A. Analysis of occupational sitting and low back pain complaints (Case study on tailors in the home industry convection in Bandung city). International Journal of Psychosocial Rehabilitation. 2020;24(7).
6. Susanto H, Dang LT, Winitchayothin S, Hidayat J, Pradana AA. Low back pain Prevalence in Indonesian Older Adults: Systematic Review and Meta-Analysis. Pain Manag Nurs. 2026 Feb;27(1):e92–102. doi: https://doi.org/10.1016/j.pmn.2025.07.004 PubMed PMID: 40816917.
7. Tarwaka, Bakri IrSHA, Sudianjeng ILi. Buku Ergonomi Untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Produktivitas. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952. 2004.
8. Wijayanti F. Hubungan Posisi Duduk Dan Lama Duduk Terhadap Kejadian Low back pain (Lbp) Pada Penjahit Konveksi Di Kelurahan Way Halim Bandar Lampung. E-jurnal Universitas Lampung. 2017.
9. Bilondatu F. Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Low back pain pada Operator PT. Terminal Petikemas Makassar. Universitas Hasanuddin Makassar. 2018.
10. Matondang VMC. Hubungan Antara Faktor-Faktor Penyebab Nyeri Punggung Bawah ( NPB ) Dengan Derajat Disabilitas Akibat Npb Pada Pegawai Kantor di PT PLN (PERSERO) P2B Gandul Cinere Tahun 2019 . Jakarta; 2019 Jul.
11. Sriagustini I, Rosmiati T, Fajri S. The Musculoskeletal Complaints Based on Work Position in Bamboo Woven Craftsmen. Indonesian Journal of Occupational Safety and Health. 2023;12(3). doi: https://doi.org/10.20473/ijosh.v12i3.2023.413-423
12. Judha. Teori pengukuran Nyeri & Nyeri Persalinan. nuha medika. 2012.
13. Bizzoca D, Solarino G, Pulcrano A, Brunetti G, Moretti AM, Moretti L, et al. Gender-Related Issues in the Management of Low-Back Pain: A Current Concepts Review. Clinics and Practice. 2023. doi: https://doi.org/10.3390/clinpract13060122
14. Rathbone T, Truong C, Haldenby H, Riazi S, Kendall M, Cimek T, et al. Sex and gender considerations in low back pain clinical practice guidelines: A scoping review. BMJ Open Sport and Exercise Medicine. 2020. doi: https://doi.org/10.1136/bmjsem-2020-000972
15. Alcouffe J, Manillier P, Brehier M, Fabin C, Faupin F. Analysis by sex of low back pain among workers from small companies in the Paris area: Severity and occupational consequences. Occup Environ Med. 1999;56(10). doi: https://doi.org/10.1136/oem.56.10.696
16. Al Amer HS. Low back pain prevalence and risk factors among health workers in Saudi Arabia: A systematic review and meta-analysis. Journal of Occupational Health. 2020. doi: https://doi.org/10.1002/1348-9585.12155
17. Jegnie M, Afework M. Prevalence of Self-Reported Work-Related Lower Back Pain and Its Associated Factors in Ethiopia: A Systematic Review and Meta-Analysis. Journal of Environmental and Public Health. 2021. doi: https://doi.org/10.1155/2021/6633271
18. Rohmawan EA, Hariyono W. Masa Kerja, Sikap Kerja, dan Keluhan Low back pain (LBP) Pada Pekerja Bagian Produksi PT Surya Besindo Sakti Serang. Seminar Nasional Ikakesmada “Peran Tenaga Kesehatan dalam Pelaksanaan SDGs.” 2017;41(1).
19. Saputra A. Sikap Kerja, Masa Kerja, dan Usia terhadap Keluhan Low back pain pada Pengrajin Batik. Higeia Journal of Public Health Research and Development. 2020;1(3).
20. Waongenngarm P, Areerak K, Janwantanakul P. The effects of breaks on low back pain, discomfort, and work productivity in office workers: A systematic review of randomized and non-randomized controlled trials. Applied Ergonomics. 2018. doi: https://doi.org/10.1016/j.apergo.2017.12.003
21. Wan JJ, Qin Z, Wang PY, Sun Y, Liu X. Muscle fatigue: General understanding and treatment. Experimental and Molecular Medicine. 2017. doi: https://doi.org/10.1038/emm.2017.194
22. Pickard O, Burton P, Yamada H, Schram B, Canetti EFD, Orr R. Musculoskeletal Disorders Associated with Occupational Driving: A Systematic Review Spanning 2006–2021. International Journal of Environmental Research and Public Health. 2022. doi: https://doi.org/10.3390/ijerph19116837
23. Prastuti B, Sintia I, Ningsih KW, Masyarakat K, Payung S, Pekanbaru N. Hubungan Lama Kerja dan Posisi Duduk Terhadap Kejadian Low back pain Pada Penjahit di Kota Pekanbaru. Jurnal Endurance?: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan. 2020;5(2).
24. World Health Organization & International Labour Organization. WHO/ILO joint estimates of the work-related burden of disease and injury, 2000-2016: global monitoring report. Geneva: World Health Organization and the International Labour Organization. 2021.
25. Segita R, Tinggi S, Kesehatan I, De F, Bukittinggi K. Analisis Faktor tejadinya Low back pain di Rumah Sakit Kota Bukittinggi. Jurnal Endurance?: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan. 2020;5(3).
26. Ben Ayed H, Yaich S, Trigui M etal. Posisi Kerja, Durasi Kerja, Indeks Masa Tubuh (IMT) Menjadi Faktor Risiko Low Back Pain Dan Gangguan Aktivitas Gerak Lumbal Pada Penjahit di Kota Malang. JRHS Journal of Research in Health Sciences Prevalence. 2019;19(1).
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Nor Wijayanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Formal legal provisions for accessing digital articles in electronic journals must be based on the Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA) license terms, which means the Health Sciences and Pharmacy Journal reserves to save, to transfer media / format, to manage in the form of databases, to maintain, and to publish articles without asking permission from the author as long as they include the author's name as the copyright owner.

