Manajemen krisis Myasthenia: case report
DOI:
https://doi.org/10.32504/hspj.v8i2.984Keywords:
Myasthenia Gravis, Autoimun, Krisis MiasteniaAbstract
Miastenia gravis (MG) merupakan sebuah kondisi autoimun yang diakibatkan oleh antibodi pada asetilkolin (ACh) dimana mempengaruhi kerja dari otot skelet pada tautan otot saraf. Hal ini dapat mengakibatkan kelemahan kerja otot, termasuk kerja dari otot pernafasan. Komplikasi yang dapat terjadi dari MG salah satunya yakni krisis myasthenia yang mengarah terjadinya kegagalan pernafasan. Prevalensi kasus ialah 2-7 kasus tiap 10.000 orang dengan kejadian lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan kasus myasthenia gravis (MG) pada seorang pasien berusia 38 tahun. Penelitian ini merupakan laporan kasus yang berfokus pada gambaran penatalaksanaan dan permasalahan di RSUD R.A.A. Soewondo Pati terhadap kasus yang diteliti. Subjek dalam laporan ini adalah seorang perempuan berusia 38 tahun yang datang ke instalasi gawat darurat (IGD) dengan riwayat perawatan rutin untuk myasthenia gravis (MG). Pasien mengeluhkan sesak napas, kesulitan menelan, serta kelemahan pada seluruh tubuh. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan fisik, tes Wartenberg, dan tes menghitung (counting test). Analisis data dilakukan menggunakan teknik deskriptif. Hasil laporan menunjukkan bahwa dari pemeriksaan fisik, kondisi umum pasien tampak lemah dengan Glasgow Coma Scale (GCS) E4M6V5. Tanda-tanda vital mencatat tekanan darah 154/90 mmHg, denyut jantung 95 kali/menit, laju pernapasan 26 kali/menit, suhu tubuh 36,6°C, dan saturasi oksigen 95%. Pada Wartenberg test dan counting test, hasil pemeriksaan menunjukkan hasil positif. Pemeriksaan status neurologis mengungkapkan adanya gangguan pada saraf okulomotorius berupa ptosis yang disertai diplopia. Adapun perawatan yang telah dijalani oleh pasien meliputi pemberian Mestinon dan Metilprednisolon.
References
Aninditha T. Buku Ajar Neurologi Volume 2 Edisi 2. Jakarta: Departemen Neurologi; 2022.
Estephan E de P, Baima JPS, Zambon AA. Myasthenia gravis in clinical practice. Arq Neuropsiquiatr. 2022;80:257–65.
Bubuioc AM, Kudebayeva A, Turuspekova S, Lisnic V, Leone MA. The epidemiology of myasthenia gravis. J Med Life. 2021;14(1):7–16.
Melzer N, Ruck T, Fuhr P, Gold R, Hohlfeld R, Marx A, et al. Clinical features, pathogenesis, and treatment of myasthenia gravis: a supplement to the Guidelines of the German Neurological Society. J Neurol. 2016;263(8):1473–94.
Stetefeld H, Schroeter M. SOP Myasthenic Crisis. Neurol Res Pr. 2019;
Bird SJ, Levine JM. Myasthenic crisis. QJM An Int J Med. 2009;102(2):97–107.
Wendell LC, Levine JM. Myasthenic crisis. Dict Rheumatol. 2009;139–139.
Godoy DA, de Mello LJV, Masotti L, Di Napoli M. The myasthenic patient in crisis: An update of the management in Neurointensive care unit. Arq Neuropsiquiatr. 2013;71(9 A):627–39.
Hogan CD, Lee J, Sleigh BC, Banerjee PR, Ganti L. Acute Myasthenia Crisis: A Critical Emergency Department Differential. Cureus. 2020;
Harjana LT, Hardiono H. Myasthenia Crisis Vs Cholinergic Crisis: Challenges in Crisis Management Without Plasmapheresis or Intravenous Immunoglobulin (IVIG). Indones J Anesthesiol Reanim. 2020;2(2):53.
Singh S, Govindarajan R. COVID-19 and generalized Myasthenia Gravis exacerbation: A case report. Clin Neurol Neurosurg. 2020;196.
Tugasworo D, Kurnianto A, Retnaningsih, Andhitara, Ardhini Y, Daynuri R, et al. Myasthenia Gravis and Arrhythmia in Covid-19: A Case Report. Bali Med J. 2021;10(1):314–9.
Widjaja D, Puspitasari V. Case Report?: Generalized Myasthenia Gravis. Medicinus. 2020;7(5):150.
Payus AO, Hsiang JLW, Qian LJ, Ibrahim A, Raymond AA. Myasthenic crisis as the first presentation of myasthenia gravis: A case report. Am J Case Rep. 2021;22(1):1–4.
Salari N, Fatahi B, Bartina Y, Kazeminia M, Fatahian R, Mohammadi P, et al. Global prevalence of myasthenia gravis and the effectiveness of common drugs in its treatment: a systematic review and meta-analysis. J Transl Med. 2021;19(1).
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2024 Ezra Michael Mulyadi, Naomi Ditya Sari, Hapsari Kartika Dewi, Raihan Adham Mufadhdhal, Salomo Hizkia Suprabowo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Formal legal provisions for accessing digital articles in electronic journals must be based on the Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA) license terms, which means the Health Sciences and Pharmacy Journal reserves to save, to transfer media / format, to manage in the form of databases, to maintain, and to publish articles without asking permission from the author as long as they include the author's name as the copyright owner.

