Gambaran kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis paru
DOI:
https://doi.org/10.32504/hspj.v10i1.1412Keywords:
Kepatuhan Minum Obat, Obat Antihipertensi, Tuberkulosis ParuAbstract
Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular dimana upaya pengendaliannya menjadi salah satu target dunia yaitu Sustainable Development Goals (SDGs). Kepatuhan minum obat pada pasien TB paru merupakan kendala yang sering dihadapi oleh pasien karena harus minum obat secara terus menerus sampai dengan waktu yang ditentukan, akan tetapi di Indonesia masih banyak kasus drop out dengan berbagai alasan seperti efek samping obat, tingkat pengetahuan, kebiasaan, kurang dukungan keluarga, lingkungan dan sosial ekonomi dalam pengobatan pasien TB. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pada penderita Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Pleret Bantul DIY. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Jumlah sampel pada penelitian ini mengacu kepada non probability sampling jenis total sampling yang berjumlah 32. Instrumen kepatuhan minum obat, diukur dengan menggunakan instrumen yaitu Medication Morisky Adherence Scale (MMAS-8). Hasil: didapatkan prevalensi kepatuhan minum oabat anti tuberkulosis (OAT) dengan hasil responden dengan tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 15 responden (46,9%), kepatuhan sedang 12 responden (37,5%) dan kepatuhan rendah 5 responden (15,6%). Kesimpulan: program Puskesmas terkait TB yaitu P2TB ditingkatkan dan ada peningkatan jumlah kader TB di masing-masing desa agar lebih rutin melakukan kunjungan terutama kepada pasien yang tidak patuh, sehingga pasien dapat terhindar dari drop out pengobatan.
References
1. Kemenkes. Profil Kesehatan Indonesia 2021. 2022.
2. WHO. Global Tuberculosis Report. 2020.
3. Kemenkes. Profil Kesehatan Indonesia 2023. 2024.
4. Riskesdas. Laporan Provinsi DI. Yogyakarta. DIY; 2018.
5. Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. Pofil Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. Yogyakarta; 2016.
6. Hikmawati, Anna Nur dan Riyadi ME. The Family Experience as A Supervisor of Ingesting Drugs to the Adherence to Treatment of Tuberculosis Patients. Jurnal Keperawatan. 2020;12(3):789–98. doi:https://doi.org/10.32583/keperawatan.v12i4.971
7. Nizar. M. Pemberantasan dan Penanggulangan Tuberkulosis. Yogyakarta: Gosyen Publising; 2027.
8. Widyastuti H. Faktor-Faktor Yang Berhubungandengan Kepatuhan Berobat Pasien TB Paru Di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Kota Pekalongan. Doctoral dissertation, Universitas Negeri Semarang [Internet]. 2016. Available from: http://lib.unnes.ac.id/id/eprint/27967
9. Syatif Buang, Muhamad, Rahmalia, Siti A. Efektifitas Pendidikan Kesehatan Dengan Audiovisual Terhadap Pengetahuan Dan Perilaku Hidup Sehat Keluarga Tentang Pencegahan Penularan Tuberkulosis Paru. JOM [Internet]. 2015;2(2). Available from: https://www.neliti.com/publications/184291/efektifitas-pendidikan-kesehatan-dengan-audio-visual-terhadap-pengetahuan-dan-pe
10. Hikmawati AN, Hartiningsih SN, Setyawan A, Adkhanasari DN. Pendidikan kesehatan dengan media audio visual berpengaruh terhadap dukungan keluarga pada pasien tbc. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal. 2021 Jan 11;11(1):63-70. https://doi.org/10.32583/pskm.v11i1.1082
11. Evi Supriatun, Insani U. Pengaruh Health Coaching terhadap Peningkatan Perilaku Pencegahan Tuberkulosis di Kabupaten Tegal. Jurnal Kesehatan Komunitas. 2021 Apr 30;7(1):97–105. doi: http://doi.org/10.25311/keskom vol7.iss1.870
12. Wahyudin D, Supriyatna N, Mulyono S. Pengaruh Health Coaching Pada Self Help Group terhadap efikasi diri dan kepatuhan program pengobatan pasien tuberkulosis paru di kota sukabumi. Jurnal Penelitian Kesehatan,(12). http://dx.doi.org/10.33846/sf12nk214 2021 Feb 6..
13. Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2018.
14. Afilla Christy B, Susanti R, Nurmainah N. Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis Terhadap Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Journal Syifa Sciences and Clinical Research. 2022 Jun 14;4(1). doi: http://doi.org/10.37311/jsscr.v4i2.14830
15. Hasina SN, Rahmawati A, Faizah I, Sari RY, Rohmawati R. Hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis (OAT) pada pasien tuberkulosis paru. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal. 2023 Mar 10;13(2):453-62.
16. Dewi NL, Puspawati NL, Sumberartawan IM. Gambaran kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis paru. Journal center of research publication in midwifery and nursing. 2019 Jun 12;3(1):45-51.
17. Notoatmojo S. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: PT. Rineka Cipta.; 2014.
18. Gusneli. Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Perilaku Keluarga Penderita TB dalam Upaya Penanggulangan TB Dewasa di Kabupaten ABC Sumatera Barat. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi,. 2020;20(2):630–6. doi: http://dx.doi.org/10.33087/jiubj.v20i2.1001
19. Syaifiyatul H, Humaidi F, Anggarini DR. Kepatuhan minum obat anti tuberkulosis pada pasien TBC regimen kategori I di Puskesmas Palengaan. Jurnal Ilmiah Farmasi Attamru (JIFA). 2020 Sep 3;1(1):7-14.
20. Sary AN, Putri RN, Marini N. Faktor-Faktor Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberculosis Pada Penderita Tb Paru. Ensiklopedia of Journal. 2024;6(2):205-10.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Anna Nur Hikmawati, RR. Viantika Kusumasari, Fitri Dian Kurniati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Formal legal provisions for accessing digital articles in electronic journals must be based on the Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA) license terms, which means the Health Sciences and Pharmacy Journal reserves to save, to transfer media / format, to manage in the form of databases, to maintain, and to publish articles without asking permission from the author as long as they include the author's name as the copyright owner.

