Evaluasi kelengkapan kodifikasi pneumonia pasien BPJS rawat inap di RSIJ Cempaka Putih
DOI:
https://doi.org/10.32504/hspj.v10i1.1414Keywords:
BPJS, Kelengkapan, Kodifikasi, Pneumonia, Rekam MedisAbstract
Pneumonia merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian tertinggi di dunia dan termasuk dalam sepuluh besar penyakit rawat inap di Indonesia. Ketepatan dan kelengkapan kodifikasi menjadi faktor penting dalam pemrosesan klaim BPJS. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelengkapan persyaratan kodifikasi penyakit pneumonia rawat inap pada pasien BPJS serta mengidentifikasi faktor penyebab pending klaim di RSIJ Cempaka Putih. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 201 rekam medis pasien rawat inap pneumonia periode Oktober-Desember 2023. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan 169 (84%) rekam medis memenuhi persyaratan kodifikasi, sedangkan 32 (16%) tidak. Kasus yang tidak lengkap disebabkan oleh lebih dari satu aspek yang tidak terpenuhi, yaitu pemeriksaan penunjang pada 29 kasus (14%), syarat klinis pada 12 kasus (6%), dan terapi tidak sesuai pada 6 kasus (3%). Pending klaim BPJS disebabkan oleh adanya perubahan pedoman nasional terkait kewajiban pemeriksaan kultur sputum. RSIJ menyelesaikan masalah dengan menerapkan regulasi internal bahwa pemeriksaan kultur tidak wajib untuk semua kasus pneumonia. Disimpulkan bahwa meskipun sebagian besar persyaratan kodifikasi sudah lengkap, masih terdapat ketidaklengkapan yang berpotensi menghambat klaim. Diperlukan evaluasi rutin dan pelatihan koder untuk meminimalkan klaim pending.
References
1. American Lungs Asociation. American Lungs Asociation. 2022. Learn About Pneumonia.
2. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 2018. Press Release Perhimpunan Dokter Paru Indonesia World Pneumonia Day 2018.
3. Kemenkes RI. Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Kementrian Kesehat RI. 2018;53(9):1689–99.
4. Kemenkes RI. Profil kesehatan Indonesia 2020. Kementrian Kesehatan RI. 2021. 480 p.
5. Dinkes Jakarta. Dinas Kesehatan Jakarta. 2023. Mengenal Penyakit Pneumonia.
6. Rahmawati C, Nopitasari BL, Safitri NP. Gambaran Biaya Langsung Medis Penyakit Pneumonia Dengan Terapi Ceftriaxone di Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah X di NTB Tahun 2018. Lumbung Farm J Ilmu Kefarmasian. 2020;1(1):20.
7. National Library of Medicine. National Library of Medicine. 2023. Pneumonia Pathology.
8. Kemenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2022 Tentang Penggunaan Jasa Pelayanan Kesehatan Dan Dukungan Biaya Operasional Pelayanan Kesehatan Dalam Pemanfaatan Dana Kapitasi Jaminan Kesehat. 2022;(315):1–29.
9. Kemenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 76 Tahun 2016 tentang Pedoman Indonesian Case Base Groups (INA-CBG) Dalam Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional. 2016;
10. Iqbal MF. Ketentuan Kodefikasi Pneumonia Kasus Rawat Inap pada Pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berdasarkan ICD 10. J Rekam Medis dan Manaj Inf Kesehat. 2022;2(1):1–8.
11. Agiwahyuanto F, Setiawan LA, Ayusasmita V. Tinjauan Penyebab Penolakan Klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada Kasus Bronchopneumonia Pediatri. J Kesehat. 2020;8(1):26–32.
12. Maulida ES, Djunawan A. Analisis Penyebab Pending Claim Berkas BPJS Kesehatan Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit Universitas Airlangga. Media Kesehat Masy Indones. 2022;21(6):374–9.
13. Kemenkes RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Pneumonia Pada Dewasa. Kementeri Kesehat RI. 2023;1–85.
14. Pratama A, Fauzi H, Nur Indira Z, Purnama Adi P. Analisis Faktor Penyebab Pending Klaim Rawat Inap Akibat Koding Rekam Medis Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soedirman Kebumen. J Ilm Perekam dan Inf Kesehat Imelda. 2023;8(1):124–34.
15. Juli Muroli C, W. Rahardjo TB, Germas Kodyat A. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Pending Klaim Rawat Inap Oleh BPJS Di RSAB Harapan Kita Jakarta Barat Tahun 2019. J Manaj dan Adm Rumah Sakit Indones. 2020;4(2):191–7.
16. Kurnia F, Barus N. GAMBARAN DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN PASIEN PNEUMONIA YANG RAWAT INAP BPJS DI RSU ROYAL PRIMA MEDAN TAHUN 2018. J Ilm Mhs Kesehat Masy. 2020;5(3):5.
17. Megawati L, Pratiwi RD. Faktor-Faktor Penyebab Pengembalian Berkas Persyaratan Klaim BPJS Pasien Rawat Inap di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. J Kesehat Vokasional. 2016;1(1):36.
18. Pitaloka S, Ningsih N. Penyebab Pengembalian Berkas Klaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Pasien Rawat Inap ditinjau dari Syarat-Syarat Pengajuan Klaim di Rumah Sakit Tk 02.07.02 Lahat. Cerdika J Ilm Indones. 2021;1(12):1733–41.
19. Hutami M, Christiandari H, Hernawan JY. Pola Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Dewasa Rawat Inap RSU PKU Muhammadiyah Bantul Periode Tahun 2022. J Ilmu Farm dan Kesehat. 2024;2(1):01–10.
20. Errisya MK, Purba MR, Khofipah S, Pramita F. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) Analisis Penyebab Pending Klaim BPJS Kesehatan Rawat Inap di Rumah Sakit X Kota Tebing Tinggi Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Vol . 9 No . 1. 2024;9(1):321–7.
21. Medline Plus. National Library of Medicine. 2023. Sputum Culture.
22. Oktamianiza, Reza IA. Tinjauan Ketepatan Kode dengan Pending Klaim Pasien Rawat Inap BPJS Kesehatan di RSUD dr. Adnaan Wd Payakumbuh Tahun 2021. J Rekam Medis dan Inf Kesehat. 2022;5(1):37–46.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Rahma Mutiara, Muhammad Fuad Iqbal, Nanda Aula Rumana, Muhammad Rezal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Formal legal provisions for accessing digital articles in electronic journals must be based on the Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA) license terms, which means the Health Sciences and Pharmacy Journal reserves to save, to transfer media / format, to manage in the form of databases, to maintain, and to publish articles without asking permission from the author as long as they include the author's name as the copyright owner.

