Korelasi sedentary life dengan risiko kejadian diabetes mellitus pada remaja
DOI:
https://doi.org/10.32504/hspj.v10i2.1468Keywords:
Aktivitas Fisik, Diabetes Mellitus, Remaja, Sedentary LifeAbstract
Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dan berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi serius. Saat ini, diabetes mellitus tidak hanya menyerang kelompok usia dewasa, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada remaja. Salah satu faktor risiko yang berperan adalah sedentary life, yaitu kebiasaan duduk dalam waktu lama dengan aktivitas fisik yang minimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku sedentary life dengan risiko kejadian diabetes mellitus pada remaja di Universitas Sari Mulia. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 66 mahasiswa semester dua Fakultas Kesehatan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ) untuk mengukur sedentary life dan Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC) untuk menilai risiko diabetes mellitus. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 81,8% responden memiliki perilaku sedentari tinggi dan 78,8% responden berada pada kategori berisiko mengalami diabetes mellitus. Hasil uji Fisher exact menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku sedentary life dengan risiko diabetes mellitus pada remaja (p = 0,014). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi durasi sedentary life pada remaja, semakin tinggi pula risiko terjadinya diabetes mellitus. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan melalui pengurangan kebiasaan duduk lama, peningkatan aktivitas fisik harian, serta penerapan gaya hidup aktif sejak usia muda guna menurunkan risiko penyakit kronis di masa mendatang.
References
1. Blaibel D, Fernandez CJ, Pappachan JM. Acute worsening of microvascular complications of diabetes mellitus during rapid glycemic control: The pathobiology and therapeutic implications. World J Diabetes. 2024;15(3):311–7.
2. Wijaya NIS. Hubungan Pengetahuan dengan Motivasi dalam Mencegah Terjadinya Komplikasi Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Samata. Nurs Care Heal Technol J. 2021;1(1):11–5.
3. Moewardi R. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Komplikasi pada Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Dr . Moewardi Factor Affecting Complications in Diabetes Mellitus Patients in. 2023;20(1):27–35.
4. Dinkes Kalsel. Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan 2022 [Internet]. Banjarbaru: Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan; 2023. Available from: https://dinkes.kalselprov.go.id/uploads/RENPOR (Download)/5. LAKIP 2023 .pdf
5. Prihantoro W, Aini DN. Penerapan Senam Kaki Diabetes Terhadap Nilai Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus di Kel. Krapyak Kec. Semarang Barat Kota Semarang. In: Proceeding Widya Husada Nursing Conference [Internet]. Universitas widya husada semarang; 2023. Available from: https://journal.uwhs.ac.id/index.php/whnc/article/view/562
6. Sami W, Ansari T, Butt NS, Hamid MRA. Effect of diet on type 2 diabetes mellitus: A review. Int J Health Sci (Qassim). 2017;11(2):65–71.
7. Maidartati, Hayati S, Anggraeni DE, Irawan E, Damayanti A, Silviani DAR. Gambaran Sedentary lifestyle Pada Remaja Di SMA Kota Bandung. J Keperawatan BSI [Internet]. 2022;10(2):250–65. Available from: https://ejurnal.ars.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/889/616
8. Putra MM, Saraswati NNI, Raningsih NM. Pola Hidup Dengan Kejadian Obesitas: Literature Review. J Ilmu Keperawatan Med Bedah. 2022;5(1):15–35.
9. Amrynia SU, Prameswari GN. Hubungan Pola Makan, Sedentary lifestyle, dan Durasi Tidur dengan Kejadian Gizi Lebih Pada Remaja (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Demak). Indones J Public Heal Nutr. 2022;2(1):112–21.
10. Dinkes Kota Banjarmasin. Profil Kesehatan Kota Banjarmasin Tahun 2023 [Internet]. Banjarmasin; 2023. Available from: https://satudata.banjarmasinkota.go.id/storage/publikasi/Profil Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Tahun 2023-2024-05-29 13:46:02.pdf
11. Myrnawati, Anita. Pengaruh Pengetahuan Gizi, Status Sosial Ekonomi, Gaya Hidup dan Pola Makan Terhadap Status Gizi Anak (Studi Kausal di Pos PAUD Kota Semarang Tahun 2015). JPUD - J Pendidik Usia Dini. 2016;10(2):213–32.
12. Safitri D, Arneliwati, Erwin. Analisis Indikator Gaya Hidup Yang Berhubungan Dengan Usia Menarche Remaja Putri. Jom Psik. 2014;1(OKTOBER):1.
13. Rohmah FT, Silviahana F, Titasyfa A, Ibrahim Z, Hidayat W. Pengaruh Gaya Hidup Dan Perilaku Konsumtif Belanja Online Pada Remaja. JIIC J INTELEK Insa CENDIKIA [Internet]. 2024;1(4):1199–210. Available from: https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/619
14. Mustofa Z, Ulya IL, Muqorrobbin Z, Pangestu RT, Rochim RL, Prayitno MA. Memahami Materi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Damhil Educ J. 2023;3(1):19–35.
15. Khayyat SM, Mohamed MMA, Khayyat SMS, Hyat Alhazmi RS, Korani MF, Allugmani EB, et al. Association between medication adherence and quality of life of patients with diabetes and hypertension attending primary care clinics: a cross-sectional survey. Qual Life Res. 2019;28(4):1053–61.
16. Widodo D, Retnaningtyas E, Fajar I. Faktor Risiko Timbulnya Diabetes Mellitus pada Remaja SMU. J Ners. 2012;7(1):37–46.
17. Hanifah L, Nasrulloh N, Sufyan DL. Sedentary Behavior and Lack of Physical Activity among Children in Indonesia. Child (Basel, Switzerland). 2023 Jul;10(8).
18. Aisyah SN, Yunariyah B, Jannah R, N WT. Pengetahuan Remaja Tentang Faktor Resiko Diabetes Melitus Di Sma Negeri 1 Rengel. Innov J Soc Sci Res Vol [Internet]. 2024;4(4):13729–43. Available from: https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/14696
19. Manto OAD, Nestriani NWEN, Latifah L. Hubungan Perilaku Perawatan Kaki Terhadap Kejadian Ulkus Kaki Diabetik. J Nurs Invent. 2023;4(1):42–7.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Wina El Lisya, Eirene Eunike Meidiana Gaghauna, Dede Mahdiyah, RR. Dwi Sogi Sri Redjeki

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Formal legal provisions for accessing digital articles in electronic journals must be based on the Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA) license terms, which means the Health Sciences and Pharmacy Journal reserves to save, to transfer media / format, to manage in the form of databases, to maintain, and to publish articles without asking permission from the author as long as they include the author's name as the copyright owner.

