Lingkungan rumah serta perilaku keluarga yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada Balita

Authors

  • Windari Amanawati Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Erida Wydiamala Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Novi Stiyati Prihatini Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Lenie Marlinae Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Istiana Istiana Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32504/hspj.v10i2.1518

Keywords:

Balita, ISPA, Kualitas Udara, Lingkungan Fisik Rumah, Perilaku Keluarga

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada balita di Indonesia. Kondisi lingkungan fisik rumah dan perilaku keluarga diduga berkontribusi terhadap peningkatan risiko kejadian ISPA, terutama di wilayah kerja Puskesmas Bantuil, Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini menganalisis hubungan faktor lingkungan fisik rumah dan perilaku keluarga terhadap kejadian ISPA pada balita serta menguji peran kualitas udara sebagai variabel mediator. Penelitian menggunakan desain case-control dengan pendekatan kuantitatif analitik. Sampel berjumlah 128 responden, terdiri atas 64 kelompok kasus dan 64 kelompok kontrol yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, observasi kondisi rumah, serta pengukuran ventilasi, suhu, kelembaban, pencahayaan, kecepatan angin, dan kualitas udara. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-square, regresi logistik berganda, dan analisis mediasi Baron dan Kenny. Hasil menunjukkan bahwa luas ventilasi, suhu ruangan, kelembaban, kecepatan angin, perilaku ibu, perilaku merokok, dan penggunaan obat nyamuk bakar berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA (p<0,05). Faktor yang berhubungan secara independen meliputi luas ventilasi (AOR=0,081), kelembaban (AOR=0,059), kecepatan angin (AOR=0,041), dan perilaku merokok (AOR=0,215). Kualitas udara memediasi secara parsial hubungan ventilasi, kelembaban, dan kecepatan angin dengan kejadian ISPA, serta memediasi secara penuh hubungan suhu ruangan, perilaku merokok, dan penggunaan obat nyamuk bakar terhadap kejadian ISPA. Disimpulkan bahwa perbaikan kondisi lingkungan fisik rumah dan perilaku keluarga, terutama peningkatan ventilasi, pengendalian kelembaban, optimalisasi sirkulasi udara, serta penerapan rumah bebas asap rokok, merupakan strategi penting dalam pencegahan ISPA pada balita.

Author Biographies

Windari Amanawati, Universitas Lambung Mangkurat

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Erida Wydiamala, Universitas Lambung Mangkurat

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Novi Stiyati Prihatini, Universitas Lambung Mangkurat

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Lenie Marlinae, Universitas Lambung Mangkurat

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Istiana Istiana, Universitas Lambung Mangkurat

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

References

1. Widiasih NN, Jayanti PD, Widyastuti SK. Confirmation Of Diagnosis And Treatment For A Rhinitis Allergy Case In A Dog (Peneguhan diagnosa dan terapi kasus rhinitis alergi pada anjing). Vet Sci Med J. 2023;5(10):244–53.

2. Kementerian Kesehatan RI. PROFIL KESEHATAN INDONESIA 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2024.

3. Romadhoni S, Kesehatan W. Penerapan Kewaspadaan Standar Sebagai Upaya Pencegahan Bahaya Biologi Pada Tenaga Keperawatan. Higeia J Public Heal Res Dev [Internet]. 2017;1(4):14–24. Available from: http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia

4. Lubis IPL, Ferusgel A. Hubungan Kondisi Fisik Rumah dan Keberadaan Perokok dalam Rumah dengan Kejadian ISPA pada Balita di Desa Silo Bonto, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan. J Ilm Kesehat Masy. 2019;11:166–73.

5. Nikmah N, Wijiastutik V. Satu Kata Untuk Pispa (Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Untuk Pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut). J Paradig (Pemberdayaan Pengabdi Kpd Masyarakat). 2023;5(1):20–6.

6. Dirjen P2P. Program Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2022 [Internet]. Kemenkes RI. Jakarta; 2023. Available from: https://tbindonesia.or.id/pustaka_tbc/laporan-tahunan-program-tbc-2021/

7. Prasadja Y, Nugraha WM, Otiratu G, Yukhabilla AF, Rasyidah T, Rahmawati ID, et al. Upaya Pendekatan Kedokteran Keluarga Pada Seorang Wanita Usia 58 Tahun Dengan Tuberkulosis Disertai Hipertensi Dan Diabetes Melitus. In: Proceeding of Thalamus 2023. Surakarta: FK Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2023. p. 154–72.

8. WHO. Anjuran mengenai penggunaan masker dalam konteks COVID-19. World Heal Organ [Internet]. 2020;(Juni):1–17. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/covid19/anjuran-mengenai-penggunaan-masker-dalam-konteks-covid-19-june-20.pdf?sfvrsn=d1327a85_2

9. Badan Pusat Statistik Kabupaten Barito Kuala. Kabupaten Barito Kuala Dalam Angka 2025 [Internet]. 2025. Available from: https://baritokualakab.bps.go.id/id/publication/2025/02/28/aea0c6974b6bcf93bf0c78d9/kabupaten-barito-kuala-dalam-angka-2025.html

10. Pratama B, Angraini DI, Nisa K. LITERATUR REVIEW Penyebab Langsung (Immediate Cause) yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Immediate Cause Affects Stunting in Children. J Ilm Kesehat Sandi Husada [Internet]. 2019;10(2):299–303. Available from: https://akper-sandikarsa.e-journal.id/JIKSH

11. Latifah N, Fajrini F, Romdhona N, Herdiansyah D, Ernyasih, Suherman. Systematic Literature Review?: Stunting pada Balita di Indonesia dan Faktor yang Mempengaruhinya. J Kedokt dan Kesehat. 2016;20(1):55–73.

12. Hulu VT, Salman S, Supinganto A, Amalia L, Khariri SE, Nilasari N, et al. Epidemiologi Penyakit Menular: Riwayat, Penularan dan Pencegahan. Rikki A, editor. Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents. Yayasan Kita Menulis; 2020. 1–170 p.

13. Rahman H, Rahmah M, Saribulan N. Upaya Penanganan Stunting di Indonesia Handling Stunting Strategy In Indonesia: Bibliometryc Analysis and Content Analysis. J Ilmu Pemerintah Suara Khatulistiwa. 2023;VIII(01):44–59.

14. Pralambang SD, Setiawan S. Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis di Indonesia. J Biostat Kependudukan, dan Inform Kesehat. 2021;2(1):60.

15. Kristini T, Hamidah R. Potensi Penularan Tuberculosis Paru pada Anggota Keluarga Penderita. J Kesehat Masy Indones. 2020;15(1):24–8.

16. Pambudi I. Komitmen Global dan Nasional dalam Penanggulangan Tuberkulosis. In: Rosyid AN, Hidayati AN, Nurhariansyah R, Bakhtiar A, Ardhiansyah AO, Amin M, et al., editors. Manajemen Tuberkulosis Terkini, Multidisiplin dan Komprehensif. Airlangga University Press; 2021. p. 9.

17. Mentari AZB, Maula SH. Permasalahan Tuberkolosis Di Beberapa Kota Di Provinsi Banten. J Kesehat Masy UPN Veteran Jakarta. 2019;

18. Nuari A, Soleha TU, Maulana M. Penatalaksanaan Asma Bronkial Eksaserbasi pada Pasien Perempuan Usia 46 Tahun dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga di Kecamatan Gedong Tataan. Majority. 2018;7(3):144–51.

19. Sulina F. Hubungan Lingkungan Fisik Rumah dan Praktik Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan Kejadian Penyakit DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Paal X Tahun 2021. Vol. 5, JKMJ Jurnal. 2021. 1–118 p.

20. Dirgantara S, Santri IN, Handayani L. Faktor Risiko Kondisi Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian ISPA Balita: Literature Review. J Dunia Kesmas [Internet]. 2025;14(4). Available from: https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/article/view/21639

21. Alhawaris, Tabri NA. RISIKO INFEKSI Mycobacterium tuberculosis pada orang yang tinggal serumah dengan penderita tuberkulosis di Makassar. J Ked Mulawarman. 2020;7(1):11–9.

22. Tabalawony SL, Akollo IR. Pengaruh Perilaku Merokok Dan Pemakaian Obat Nyamuk Bakar Terhadap Kejadian Ispa Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Jazirah Tenggara. J Ris Kesehat Poltekkes Depkes Bandung [Internet]. 2023;15(1). Available from: Syulce Luselya Tabalawony1%0A, Isak Roberth Akollo

23. Ablelo FO, Kusuma FHD, Rosdiana Y. Hubungan Antara Frekuensi Merokok dengan Tingkat Stres pada Remaja Akhir. Nurs News (Meriden). 2019;4(1):133–44.

24. Efriandi N, Lestari RM, Prasida DW. Hubungan Perilaku Merokok dengan Kejadian Hipertensi pada Usia Produktif di Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya Tahun 2022. J Surya Med. 2023;9(1):112–118.

25. Wahyono TYM, MW O. Penggunaan Obat Nyamuk dan Pencegahan Demam Berdarah di DKI Jakarta dan Depok. J Epidemiol Kesehat Indones. 2016;1(1):35–40.

26. Chen SC, Wong RH, Shiu LJ, Chiou MC, Lee H. Exposure to mosquito coil smoke may be a risk factor for lung cancer in Taiwan. J Epidemiol. 2008;18(1):19–25.

27. Maryati I, Annisa N, Amira I. Faktor Dominan terhadap Kejadian Stunting Balita. J Obs J Pendidik Anak Usia Dini. 2023;7(3):2695–707.

28. Sagala R, Malik A, Mustofa MB. Pencegahan Stunting Pada Anak Dalam Persepektif Islam Di Kota Bandar Lampung. AKM Aksi Kpd Masy J Pengabdi Kpd Masy. 2023;4(1):109–22.

Downloads

Published

2026-09-23

Issue

Section

Articles

Citation Check